Kategori
Berita Bola

Klub Liga Eropa yang Tidak Terkalahkan

Klub Liga Eropa yang Tidak Terkalahkan

Klub Liga Eropa yang Tidak Terkalahkan, – Dari sejumlah kompetisi domestik di Eropa yang baru bergulir, terdapat beberapa klub yang mampu mencatatkan hasil bagus. Mereka belum pernah menelan pil pahit kekalahan.

Pencapaian 40 lebih pertandingan tanpa kalah sekali pun merupakan hal yang sangat jarang. Namun, bukan berarti hal itu merupakan hal yang mustahil terulang.

Dikutip laman http://poker88asia.info, Berikut ini adalah lima tim yang pernah meraih capaian 40 lebih pertandingan tidak terkalahkan di liga-liga Eropa.

1. FC Porto musim 2010/2011: 46 pertandingan

Banyak orang yang mengatakan bahwa FC Porto di bawah asuhan Jose Mourinho adalah yang terbaik karena berhasil memenangkan Liga Champions musim 2003/2004. Namun, Porto di bawah arahan pelatih muda Andre Villas-Boas mampu mencatatkan rekor tidak terkalahkan di Liga Portugal pada musim 2010/2011.

Bahkan, rekor tak terkalahkan tersebut berlanjut ke 16 pertandingan musim 2011/2012. Mengandalkan Hulk dan Radamel Falcao di lini depan, Porto mendominasi Liga Portugal dan Liga Europa pada musim 2010/2011.

Skuad inti FC Porto musim 2010/2011, antara lain kiper: Helton; bek: Cristian Ionut Sapunaru, Alvaro Pereira, Rolando, Maicon Pereira Roque; tengah: Joao Moutinho, Silvestre Varela, Daniel Belluschi, Fernando Reges; depan: Hulk, Radamel Falcao.

2. Arsenal musim 2003/2004: 47 pertandingan

Setelah melewati musim 2002/2003 yang mengecewakan dengan hanya duduk di peringkat kedua, Arsenal menggila pada musim berikutnya. Manajer Arsenal pada masa tersebut, Arsene Wenger, memutuskan untuk tidak belanja besar pada jendela transfer dan memercayakan tim pada skuad musim sebelumnya.

Hasilnya adalah invincible. Arsenal berhasil memenangkan Premier League tanpa tersentuh kekalahan sekali pun (26 menang 12 imbang). Penyerang andalan Arsenal, Thierry Henry, berhasil menjadi top skor dengan torehan 30 gol.

Skuad inti Arsenal musim 2003/2004, antara lain kiper: Jens Lehmann; bek: Lauren Etame Mayer, Kolo Toure, Sol Campbell, Ashley Cole; tengah: Frederick Ljungberg, Patrick Vieira, Gilberto Silva, Robert Pires; penyerang: Thierry Henry, Dennis Bergkamp.

3. Ajax Amsterdam musim 1994/1995: 48 pertandingan

Di bawah asuhan Louis van Gaal, Ajax menjelma raksasa Belanda dan Eropa. Mulai melatih pada 1991, van Gaal baru bisa membawa Ajax merajai Eredivisie pada musim 1993/1994.

Lebih hebatnya lagi, setahun setelahnya, Ajax mencatat pencapaian sensasional dengan memenangkan Eredivisie tanpa kalah sekali pun (27 menang 7 seri). Mengandalkan Patrick Kluivert dan Jari Litmanen sebagai ujung tombak, Ajax berhasil memenangkan Eredivisie dan Liga Champions pada musim 1994/1995.

Skuad inti Ajax musim 1994/1995, antara lain kiper: Edwin van der Sar; bek: Danny Blind, Frank de Boer, Michael Reiziger, Frank Rijkaard; tengah: Ronald de Boer, Clarence Seedorf, Edgar Davids; penyerang: Patrick Kluivert, Jari Litmanen, Marc Overmars.

4. Celtic FC musim 2016/2017: 56 pertandingan

Di bawah asuhan Brendan Rodgers, Celtic menjelma raksasa Skotlandia yang tidak terkalahkan dalam 56 pertandingan beruntun. Bahkan, pada musim 2016/2017 dan 2017/2018, Celtic menang 58 kali, 14 kali imbang, dan 4 kalah. Sayangnya, Celtic tidak dapat berbicara banyak di ajang Liga Champions setelah tersingkir di babak penyisihan grup pada musim tersebut.

Skuad inti Celtic FC 2016/2017, antara lain kiper: Craig Gordon; bek: Jozo Simunovic, Dedryck Boyata, Cristian Gamboa, Kieran Tierney; tengah: Scott Brown, Scott Sinclair, Stuart Armstrong, Callum McGregor, Patrick Roberts; penyerang: Moussa Dembele.

5. AC Milan musim 1991/1992: 58 pertandingan

Kehadiran tiga pemain terbaik Belanda, Marco van Basten, Frank Rijkaard, dan Ruud Gullit, memang benar-benar membuat AC Milan menjadi tim yang sangat menakutkan, bukan hanya di Serie A, melainkan juga di Eropa.

Ditambah dengan racikan Fabio Capello sebagai pelatih, AC Milan meraih capaian 58 pertandingan tak terkalahkan di Serie A. Dengan pencapaian tersebut, AC Milan berhasil mengunci scudetto pada musim 1991/1992 dan 1992/1993.

Skuad inti AC Milan pada masa tersebut, antara lain kiper: Sebastiano Rossi; bek: Paolo Maldini, Franco Baresi, Alessandro Costacurta, Mauro Tassotti, tengah: Carlo Ancelotti, Frank Rijkaard, Demetrio Albertini, Roberto Donadoni; penyerang: Ruud Gullit, Marco van Basten.

Saat ini, AC Milan masih menjadi tim di Eropa yang belum terkalahkan dengan raihan 17 pertandingan tanpa kalah di Serie A. Total di seluruh kompetisi yang diikuti, AC Milan sudah mengantongi 23 pertandingan tanpa kalah sekali pun. Akankah rekor invincible di 40 lebih pertandingan dapat kembali terulang pada musim ini?

Kategori
Berita Bola

Barcelona Segera Pangkas Gaji Pemain Termasuk Messi

Barcelona Segera Pangkas Gaji Pemain Termasuk Messi

Barcelona Segera Pangkas Gaji Pemain Termasuk Messi, – Para pemain Barcelona akan menerima pengurangan gaji akibat pandemi covid-19. Bahkan mega bintang Barcelona, Lionel Messi juga tak luput dari pengurangan gaji. Barcelona wajib ‘menyunat’ gaji para pemainnya atau menghadapi ancaman bangkrut pada Januari 2021.

Dikutip dari laman http://downloadjoker123.org, Barca yang setiap tahunnya bisa meraih pendapatan dari tiket pertandingan hingga merchandise tim harus gigit jari.

1. El Barca diperkirakan bangkrut pada Januari 2021

Pendapatan Barcelona menurun hingga 300 juta euro akibat pandemi COVID-19. El Barca pun terancam mengalami kebangkrutan jika tidak segera mencari solusi dari masalah ini. Barca diperkirakan bakal gulung tikar pada Januari 2021 mendatang. Hal ini tentu saja tidak mengenakan untuk klub sebesar Barcelona.

Presiden klub sementara yakni Carles Tusquets harus berpikir keras untuk menyehatkan finansial klub. Salah satu solusi yang bisa menyelamatkan El Barca dari masalah ini adalah dengan pemangkasan gaji pemain.

2. Pangkas gaji pemain besar-besaran

Demi selamatkan finansial klub, manajemen Barca berencana untuk memotong gaji para pemainnya. Langkah ini tampaknya wajib mereka lakukan, setidaknya gaji pemain harus dipotong hingga 190 juta euro atau sekitar Rp 3,2 triliun.

Saat ini mereka sedang gencar bernegosiasi dengan para pemain. Pasalnya 5 November nanti menjadi penentu mereka akan ‘kolaps’ atau masih bisa menghela napas. Langkah ini bukannya tanpa hambatan, karena mayoritas pemain menolak rencana tersebut.

3. Tak ada kata ‘istimewa’ untuk Lionel Messi

Barcelona berencana memangkas gaji semua pemainnya tak terkecuali Lionel Messi. Berlabel pemain terbaik dunia serta menjadi kapten, Messi dipastikan tak mendapat keistimewaan.

“Kami tidak bisa membuat kesepakatan ini hanya untuk [Messi]. Kami bisa saja membuat perbedaan terkait kebijakan ini, tetapi kami tidak akan membuat kesepakatan hanya untuk individu tertentu.” ungkap Carles Tusquets.

Kondisi saat ini tentu menguji kesetiaan Messi yang kontraknya tersisa hingga Juni 2021 nanti. La Pulga sendiri saat ini mendapat bayaran tertinggi di skuat Barca.

4. Performa Blaugrana sedang tidak sehat

Kondisi finansial bukanlah satu-satunya masalah yang dihadapi Barcelona saat ini. Performa Messi dan kolega di atas lapangan juga sedang tidak baik-baik saja. Di kompetisi LaLiga, El Barca berada di urutan 12 dengan 8 poin dari 6 pertandingan.

Mereka hanya mampu meraih dua kemenangan dan dua imbang serta dua kekalahan termasuk di laga El Classico melawan Real Madrid. Jika tak segera mencari solusi, anak asuh Ronald Koeman mungkin saja akan mengakhiri musim tanpa gelar.

5. Bartomeu baru saja mundur dari jabatannya

Belum lama ini presiden Barcelona yakni Josep Maria Bartomeu memutuskan mundur dari jabatannya. Kondisi ini tentu saja memperparah kondisi internal tim Barca. Keputusan tersebut tak terlepas dari desakan berbagai pihak termasuk dari beberapa pemain. Saat ini Carles Tusquets didapuk sebagai presiden sementara. Mereka berencana untuk menentukan presiden anyar sebelum akhir tahun ini.

***

Dengan kondisi yang dihadapi saat ini, Barcelona juga tak akan bergeliat mendatangkan pemain baru pada bursa transfer Januari 2021 mendatang. Akankah kondisi finansial akan kembali pulih? Atau justru keperkasaan Barca akan berakhir? Patut ditunggu!

Kategori
Berita Bola

Pemain Serie A dengan Gaji Tertinggi di Musim Ini

Pemain Serie A dengan Gaji Tertinggi di Musim Ini

Pemain Serie A dengan Gaji Tertinggi di Musim Ini, – Di barisan pemain, Cristiano Ronaldo menjadi pemain dengan bayaran termahal di musim ini. Ia memiliki nominal gaji yang terpaut jauh dari para pemain Serie A lainnya. Termasuk Ronaldo, siapa sajakah pemain Serie A dengan gaji tertinggi di musim 2020/21?

Dilansir https://maxbetresmi.com, Sebagaimana diketahui, Ronaldo direkrut oleh Juve pada bursa transfer musim panas 2018. Kala itu Ronaldo dikontrak Juve selama empat tahun dan bakal menerima gaji sebesar 31 juta euro atau sekira Rp480 miliar per tahunnya. Hingga saat ini, belum ada pemain lain di Liga Italia yang memiliki kontrak gaji melebihi Ronaldo.

1. Cristiano Ronaldo – 31 juta euro per tahun

Cristiano Ronaldo merajai dalam jajaran pemain Serie A dengan gaji tertinggi di musim 2020/21. Mega bintang asal Portugal milik Juventus tersebut dibayar 31 juta euro per tahun. Di usianya yang sudah menginjak 35 tahun, ia masih tampil cukup apik di lini depan La Vecchia Signora. Ronaldo masih memiliki kontrak hingga Juni 2022.

2. Matthijs de Ligt – 8 juta euro per tahun

Rekan satu tim Ronaldo, yakni Matthijs de Ligt, menduduki posisi dua. Terpaut jauh dari CR7, ia menerima bayaran sebesar 8 juta euro per tahun. de Ligt juga tampil cukup apik sebagai seorang bek tengah. Terlebih usianya baru menginjak 23 tahun. Pemain asal Belanda tersebut dikontrak oleh Juventus hingga Juni 2024.

3. Romelu Lukaku – 7,5 juta euro per tahun

Romelu Lukaku bisa dibilang sebagai salah satu striker terbaik di Serie A bahkan di dunia saat ini. Hal itu membuat ia juga memiliki gaji yang cukup mahal. Penyerang milik Inter Milan tersebut digaji 7,5 juta euro per tahun. Lukaku benar-benar tampil impresif di lini depan Inter. Pemain berusia 27 tahun asal Belgia tersebut dikontrak hingga Juni 2024.

4. Christian Eriksen – 7,5 juta euro per tahun

Christian Eriksen juga merupakan salah satu punggawa Inter Milan. Ia menerima bayaran yang sama dengan Lukaku, yakni 7,5 juta euro. Pemain asal Denmark tersebut juga tampil cukup apik sebagai seorang gelandang serang. Eriksen masih memiliki masa bakti dengan Inter hingga Juni 2024.

5. Edin Dzeko – 7,5 juta euro per tahun

Edin Dzeko masuk lima besar dalam daftar pemain Serie A dengan gaji tertinggi di musim 2020/21. Striker andalan AS Roma tersebut menerima bayaran sebesar 7,5 juta euro per tahun. Kualitasnya di depan gawang lawan sudah tidak diragukan lagi. Penyerang berdarah Bosnia-Herzegovina tersebut terikat kontrak hingga Juni 2022.

6. Paulo Dybala – 7,3 juta euro per tahun

Paulo Dybala merupakan rekan duet Cristiano Ronaldo di lini depan Juventus. Ia juga memiliki kualitas yang tak kalah apik dari pemain Serie A sebelumnya. Pemain berdarah Argentina tersebut memiliki gaji sebesar 7,3 juta euro per tahun. Kontraknya bersama Juventus masih tersisa hingga Juni 2022.

7. Zlatan Ibrahimovic – 7 juta euro per tahun

Striker gaet, Zlatan Ibrahimovic, juga menjadi salah satu pemain yang tampil impresif di Serie A. Meski sudah berusia 39 tahun, ia masih tetap tampil garang di lini depan AC Milan. Ibra menerima bayaran sebesar 7 juta euro per tahun. Penyerang asal Swedia tersebut memiliki kontrak hingga Juni 2021.

8. Aaron Ramsey – 7 juta euro per tahun

Di posisi delapan terdapat nama Aaron Ramsey. Pemain berposisi gelandang tengah milik Juventus tersebut memiliki gaji senilai 7 juta euro per tahun. Ia menjadi salah satu gelandang terbaik yang berkarier di Serie A saat ini. Ramsey memiliki masa bakti dengan Juventus hingga Juni 2023.

9. Adrien Rabiot – 7 juta euro per tahun

Tak hanya Aaron Ramsey, Juventus juga memiliki Adrien Rabiot sebagai salah satu gelandang andalan saat ini. Pemain asal Prancis tersebut juga memiliki gaji yang sama dengan Ramsey, yakni sebesar 7 juta euro per tahun. Ia akan terus berjubah Juventus hingga Juni 2023.

10. Alexis Sanchez – 7 juta euro per tahun

Alexis Sanchez melengkapi sepuluh besar dalam jajaran pemain Serie A dengan gaji tertinggi di musim 2020/21. Striker asal Chile milik Inter Milan tersebut menerima bayaran sebesar 7 juta euro per tahun. Sanchez berhasil mendapatkan kembali kepercayaan dari sang pelatih, Antonio Conte di musim ini. Kontraknya di Giuseppe Meazza baru akan berakhir pada Juni 2023.

***

Tentunya, bayaran yang diterima oleh kesepuluh pemain Serie A di atas sudah dipertimbangkan matang-matang oleh pihak manajemen tim. Mampukah mereka tampil impresif di musim ini?

Kategori
Berita Bola

Kiper Ini Pernah Raih Golden Glove Premier League

Kiper Ini Pernah Raih Golden Glove Premier League

Kiper Ini Pernah Raih Golden Glove Premier League, – Dalam permainan sepak bola peran kiper tak bisa dianggap remah. Ia memiliki peran mencegah pemain lawan mencetak gol dan menjadi benteng terakhir pertahanan.

Hampir di setiap musimnya, muncul kiper yang penampilannya mencuri perhatian. Bagi kiper yang catatkan clean sheet terbanyak dalam satu musim, mereka berhak meraih Golden Glove Premier League.

Diadakan sejak musim 2004/2005, sudah ada sembilan kiper yang menyabet penghargaan ini. Siapa saja mereka? Berikut daftar kiper yang pernah meraih Golden Glove Premier League.

1. Petr Cech

Mengutip http://downloadjoker123.org, Salah satu kiper yang pernah meraih Golden Glove Premier League hingga empat kali ada Petr Cech. Kiper asal Republik Ceko ini meraih Golden Glove Premier League saat membela Chelsea dan Arsenal. Cech menjadi kiper pertama yang raih penghargaan ini pada musim 2004/2005 dengan torehan 24 clean sheet. Setelah itu, ia juga meraihnya pada 2009/2010 dengan 17 clean sheet, 2013/2014 dengan 16 clean sheet dan terakhir pada 2015/2016 dengan 16 clean sheet saat membela Arsenal.

2. Joe Hart

Joe Hart juga menjadi kiper yang pernah meraih empat kali Golden Glove Premier League. Sama seperti Cech, kiper Inggris ini juga meraihnya bersama satu tim yakni Manchester City. Tepatnya pada musim 2010/2011 dengan 18 clean sheet, 2011/2012 dengan 17 clean sheet, 2012/2013 dengan 18 clean sheet serta 2014/2015 dengan 14 clean sheet. Sempat membela beberapa klub, saat ini ia berseragam Tottenham Hotspur.

3. Pepe Reina

Pepe Reina menjadi salah satu kiper asal Spanyol yang raih Golden Glove Premier League lebih dari satu kali. Reina mencatatkan clean sheet terbanyak dalam satu musim Premier League saat membela Liverpool. Kiper yang membela cukup banyak klub ini menjadi meraih Golden Glove Premier League dalam tiga musim beruntun. Tepatnya pada musim 2005/2006 hingga 2007/2008 dengan jumlah clean sheet berturut-turut yaitu 20, 19 dan 18.

4. Edwin van der Sar

Setelah diraih Cech dan Reina, giliran Edwin van der Sar yang raih Golden Glove Premier League pada musim berikutnya. Kiper berkebangsaan Belanda ini meraih penghargaan tersebut pada musim 2008/2009. Saat itu kiper yang pensiun pada tahun 2011 ini berhasil menorehkan 21 clean sheet saat menjaga gawang Manchester United. Kehebatan van der Sar saat masih aktif bermain tentu saja tak perlu diragukan lagi.

5. Wojciech Szczesny

Selain Petr Cech, pemain lainnya yang meraih Golden Glove Premier League pada musim 2013/2014 ada Wojciech Szczesny. Saat itu kiper asal Polandia ini membela Arsenal dan mencatatkan jumlah clean sheet yang sama dengan Cech yakni 16 clean sheet. Sempat menjadi andalan The Gunners dalam beberapa musim, Szczesny memutuskan hengkang ke Juventus dan bertahan hingga saat ini.

6. Thibaut Courtois

Pada musim 2016/2017, kiper yang diandalkan Chelsea kembali merajai daftar clean sheet Premier League. Kiper yang dimaksud yaitu Thibaut Courtois yang raih Golden Glove Premier League pertama bersama The Blues. Saat itu kiper asal Belgia ini sukses menorehkan 16 clean sheet dalam satu musim Premier League. Tampil mengesankan bersama klub London tersebut membuatnya direkrut klub elite Real Madrid pada musim 2018/2019.

7. David de Gea

Tak hanya Edwin van der Sar, kiper lain yang sukses raih Golden Glove Premier League saat membela Manchester United ada David de Gea. Tepatnya pada musim 2017/2018, dimana kiper asal Spanyol ini berhasil mencatatkan 18 clean sheet dalam satu musim. Sempat diragukan penampilannya bersama United akhir-akhir ini, de Gea masih bertahan sebagai kiper yang diandalkan Setan merah hingga saat ini.

8. Alisson Becker

Setelah cukup lama, Liverpool kembali memiliki kiper yang sukses raih Golden Glove Premier League. Kiper tersebut yaitu Alisson Becker yang sukses meraih Golden Glove Premier League sebanyak satu kali. Pemain berkebangsaan Brasil ini meraih penghargaan tersebut pada musim 2018/2019 dengan raihan 21 clean sheet dalam semusim. Dengan usianya yang relatif cukup muda untuk seorang kiper, bukan tidak mungkin ia akan meraih Golden Glove Premier League kembali.

9. Ederson Moraes

Kiper terbaru yang raih Golden Glove Premier League adalah Ederson Moraes. Pemain berusia 27 tahun tersebut sukses meraihnya pada musim 2019/2020 lalu bersama Manchester City. Pada musim tersebut, Ederson sukses mencatatkan 16 clean sheet. Sama seperti Alisson, kiper yang satu ini juga berasal dari Brasil. Ia juga masih menjadi andalan di bawah mistar gawang The Cityzens.

***

Para kiper tersebut tentu saja memiliki kualitas yang luar biasa hingga bisa menjaga gawang dalam satu pertandingan Premier League yang dikenal cukup sengit. Siapa sosok kiper favoritmu yang pernah bermain di Premier League?

Kategori
Berita Bola

Jadwal Liga Champions Pekan Ini

Jadwal Liga Champions Pekan Ini

Jadwal Liga Champions Pekan Ini, – Liga Champions kembali menggelar pertandingan tengah pekan ini, tepatnya pada 28 dan 29 Oktober 2020 WIB. Sebanyak 16 pertandingan akan dilangsungkan dan juga satu di antaranya masuk kategori super big match.

Pekan ini tentunya tak akan kalah seru banding laga sebelumnya. Terbukti semua tim berpotensi meraih kemenangan, terlepas mereka unggulan atau tidak. Real Madrid dan Paris Saint-Germain (PSG) saja jadi korban kekalahan pada pekan perdana Liga Champions yang penuh kejutan ini.

Melansir https://maxbetresmi.com, Duel antara dua klub yang punya modal bagus dari pekan perdana Grup A, yakni Lokomotiv Moscow dengan Bayern Munich akan saling jegal untuk bisa merebut tiga poin. Die Rotten yang menang telak atas Atletico Madrid pekan lalu juga lebih diunggulkan dalam laga yang bakal digelar Rabu.

1. Real Madrid mencoba bangkit saat bersua Shakhtar Donetsk

Grup B bakal menyajikan pertandingan yang tak kalah seru, Shakhtar Donetsk yang pekan lalu berhasil mengejutkan publik dengan menumbangkan tim besar Real Madrid, kembali bakal diuji konsistensinya oleh Inter Milan pada waktu yang sama dengan laga Bayern vs Lokomotiv.

Baru setelah laga tersebut berlangsung, bakal ada enam pertandingan yang dilangsungkan pada waktu bersamaan, tepatnya pada pukul 03.00 WIB, salah satunya duel tim pesakitan Atletico Madrid melawan RB Salzburg.

2. Manchester United incar kemenangan kedua pada Liga Champions 2020/2021

Keesokan harinya, pada Kamis, bakal ada delapan pertandingan yang sangat menarik dan juga sulit untuk ditinggalkan. Juventus bakal berhadapan dengan lawan berat, Barcelona juga pada laga keduanya pada Grup G Liga Champions musim ini. Mereka tentu tak akan mau kehilangan muka dalam kandang sendiri pada laga big match tersebut.

Manchester United yang berada pada Grup H bakal kembali berburu kemenangan keduanya. Tim besutan Ole Gunnar Solskjaer ini juga menantang tamu yang berstatus sebagai kuda hitam, RB Leipzig pada Stadion Old Trafford.

3. Jadwal lengkap Liga Champions 2020/2021 match day kedua

Jadwal lengkap Liga Champions 2020/2021 match day kedua

Rabu

00.55 WIB – Lokomotiv Moskow vs Bayern Munich
00.55 WIB – Shakhtar Donetsk vs Inter Milan
03.00 WIB – Marseille vs Manchester City
03.00 WIB – Liverpool vs Midtjylland
03.00 WIB – Monchengladbach vs Real Madrid
03.00 WIB – Atletico Madrid vs RB Salzburg
03.00 WIB – FC Porto vs Olympiakos
03.00 WIB – Atalanta vs Ajax Amsterdam

Kamis

00.55 WIB – Krasnodar vs Chelsea
00.55 WIB – Istanbul Basaksehir vs PSG
03.00 WIB – Ferencvaros vs Dinamo Kiev
03.00 WIB – Juventus vs Barcelona
03.00 WIB – Club Brugge vs Lazio
03.00 WIB – Manchester United vs RB Leipzig
03.00 WIB – Borussia Dortmund vs Zenit St Petersburg
03.00 WIB – Sevilla vs Rennes

***

Pertandingan Liga Champions mana yang kira-kira bakal berjalan seru?

Kategori
Berita Bola

Pencetak Gol Tercepat dalam Sejarah Premier League

Pencetak Gol Tercepat dalam Sejarah Premier League

Pencetak Gol Tercepat dalam Sejarah Premier League, – Lapangan hijau tak pernah kehabisan cerita. Penonton disuguhi berbagai atraksi dari para pengolah si kulit bundar. Begitu pula yang tersaji di pentas Premier League.

Gol-gol indah, umpan brilian, hingga tekel-tekel jitu, serta terkadang aksi kontroversial menjadi bumbu tersendiri di lapangan hijau. Terdapat beberapa pemain lainnya yang juga berhasil mencetak gol di Premier League saat pertandingan baru berjalan beberapa detik.

Daripada kalian penasaran, berikut kami sajikan pencetak gol tercepat dalam sejarah Premier League.

1. Shane Long – 07,69 detik

Dilansir http://downloadjoker123.org, Shane Long sukses menorehkan gol hanya dalam waktu 07,69 detik saat Southampton bertandang ke markas Watford pada 24 April 2019. Laga itu menjadi laga pekan ke-35 Premier League musim 2018/19.

Namun, gol mengejutkan pemain berposisi striker tersebut tak mampu membawa Southampton memetik kemenangan usai laga berakhir imbang dengan skor 1-1. Saat ini, Long masih aktif membela The Saints dengan durasi kontrak hingga Juni 2022.

2. Ledley King – 09,82 detik

Gol tercepat ke-dua diciptakan oleh bek Tottenham Hotspur, Ledley King. Ia berhasil mencetak gol saat laga baru berjalan 09,82 detik.

Gol itu tercipta saat Tottenham Hotspur datang ke markas Bradford di laga pekan ke-16 Premier League musim 2000/01, tepatnya pada 9 Desember 2000.

Sayangnya, satu gol fantastis King di laga tersebut tak mampu mengantarkan Spurs meraih kemenangan usai ditahan imbang dengan skor 3-3. Ledley King pensiun dari dunia sepak bola pada Juli 2012.

3. Alan Shearer – 10,52 detik

Striker legendaris Inggris dan Newcastle United, yakni Alan Shearer, tercatat juga pernah mencetak gol dalam waktu yang sangat singkat.

Ia berhasil membobol gawang lawan ketika pertandingan baru berjalan 10,52 detik. Saat itu, tepatnya 18 Januari 2003, Newcastle menjamu Manchester City di laga pekan ke-24 Premier League musim 2002/03.

Satu gol memukau Shearer berhasil membawa timnya menang dengan skor akhir 2-0. Sang legenda, memutuskan pensiun sebagai seorang pesepak bola pada Juli 2006.

4. Christian Eriksen – 10,54 detik

Pencetak gol tercepat Premier League ke-empat dipegang oleh pemain yang saat ini membela Inter Milan, yakni Christian Eriksen. Saat itu Eriksen masih berseragam Tottenham Hotspur. Ia mampu mencetak gol hanya dalam waktu 10,54 detik.

Kala itu, tepatnya pada 1 Februari 2018, Spurs berduel dengan Manchester United di laga pekan ke-25 Premier League musim 2017/18. Berkat satu gol cepat Eriksen, Spurs juga berhasil mengalahkan United dengan skor akhir 2-0.

5. Mark Viduka – 11,90 detik

Selanjutnya terdapat nama Mark Viduka, striker berdarah Australia. Saat itu Viduka yang tengah membela Leeds, berhasil mengejutkan publik melalui golnya yang tercipta dalam waktu 11,90 detik.

Gol itu terjadi pada 17 Maret 2001, saat timnya bertandang ke markas Charlton di laga pekan ke-29 Premier League musim 2000/01.

Satu gol Viduka di laga tersebut berandil besar mengantarkan Leeds memenangkan pertandingan dengan skor akhir 1-2. Mark Viduka sendiri gantung sepatu pada Juli 2009.

6. Dwight Yorke – 12,16 detik

Pencetak gol tercepat ke-enam ditempati oleh Dwight Yorke, striker milik Aston Villa saat itu. Yorke juga sukses mencetak gol hanya dalam waktu 12,16 detik.

Gol cepat Yorke tersebut tercipta pada 30 September 1995, saat Aston Villa bertanding di kandang Coventry dalam laga pekan ke-6 Premier League musim 1995/96.

Satu gol Yorke turut membantu timnya mencuri kemenangan dengan skor akhir 0-3. Pemain berdarah Trinidad-Tobago tersebut pensiun pada Juli 2009.

7. Chris Sutton – 12,94 detik

Chris Sutton menjadi pencetak gol tercepat Premier League ke-7. Ia merupakan pemain berdarah Inggris yang saat itu menjadi striker andalan Blackburn Rovers. Chris juga mampu mencetak gol saat laga baru berumur 12,94 detik.

Kala itu, tepatnya 1 April 1995, timnya bertandang ke markas Everton dalam laga pekan ke-31 Premier League musim 1994/95. Berkat sumbangan satu gol dari Chris, Blackburn Rovers juga berhasil menuai kemenangan dengan skor akhir 1-2. Chris Sutton akhirnya pensiun pada Juli 2007.

8. Kevin Nolan – 13,48 detik

Pencetak gol tercepat selanjutnya dicetak oleh Kevin Nolan, pemain berposisi gelandang serang yang saat itu membela Bolton. Nolan berhasil mengoyak jala lawan ketika pertandingan baru menginjak waktu 13,48 detik.

Waktu itu, Bolton bermain ke markas Blackburn Rovers pada 10 Januari 2004 dalam laga pekan ke-20 Premier League musim 2003/04. Di laga tersebut, Nolan juga mencetak dua gol yang berhasil membuat Bolton menang secara dramatis dengan skor akhir 3-4. Kevin Nolan juga memutuskan pensiun dari lapangan hijau pada Agustus 2018.

9. James Beattie – 13,52 detik

James Beattie menjadi pencetak gol tercepat ke-9 dalam sejarah Premier League. Striker yang saat itu membela Southampton tersebut, bahkan sukses mencetak gol cepat dalam waktu 13,52 detik.

Gol tersebut tercipta saat timnya berkunjung ke markas Chelsea di pekan ke-4 Premier League musim 2004/2005, pada 28 Agustus 2004.

Meski sempat membuat publik tuan tuan rumah tercengang dengan gol cepatnya, tetapi James Beattie juga mencetak satu gol bunuh diri di laga tersebut. Akibatnya, Southampton harus pulang dengan tangan hampa usai takluk dengan skor 2-1. Beattie sendiri pensiun pada Juli 2013.

10. Asmir Begovic – 13,64 detik

Melengkapi sepuluh besar sebagai pencetak gol tercepat Premier League, ditempati oleh Asmir Begovic.

Lain halnya dengan pemain sebelumnya, Begovic adalah seorang penjaga gawang. Saat itu, ia masih aktif membela Stoke City. Begovic berhasil membuat seisi stadion bergemuruh setelah berhasil mencetak gol saat laga baru berjalan 13,64 detik.

Hebatnya, gol itu ciptakan Begovic melalui tendangannya dari area penaltinya sendiri. Momen langka tersebut juga terjadi dalam laga Stoke City melawan Southampton pada pekan ke-10 Premier League musim 2013/14, pada 2 November 2013.

Sayangnya, laga tersebut harus berakhir imbang dengan skor akhir 1-1. Saat ini, Asmir Begovic berkarier bersama Bournemouth.

***

Sepuluh pemain atas, selain karena memiliki bakat hebat dunia sepak bola sepertinya juga keberuntungan saat menciptakan gol cepat tersebut. Kira-kira adakah pemain lain yang mampu melampaui catatan waktu tercepat mereka?

Kategori
Berita Bola

Pemain Termuda yang Dimainkan Zinedine Zidane

Pemain Termuda yang Dimainkan Zinedine Zidane

Pemain Termuda yang Dimainkan Zinedine Zidane, – Kembalinya Zinedine Zidane menduduki kursi kepelatihan Real Madrid sepertinya mengundang kebahagiaan lebih bagi beberapa pemain Los Blancos.

Pelatih dengan kepala pelontos tersebut lebih memanfaatkan pemain yang ada dan mengandalkan beberapa pemain muda. Tak heran jika ada beberapa pemain belasan tahun yang dimainkan Zidane selama tangani Madrid hingga kini.

Lantas siapa saja pemain termuda yang dimainkan Zinedine Zidane saat latih Real Madrid? Berikut ulasannya.

1. Martin Odegaard

Pemain termuda yang dimainkan Zinedine Zidane saat latih Real Madrid adalah Martin Odegaard. Di mana Odegaard dimainkan Zidane pada 23 Mei 2015. Dikutip http://ratutogel.com, Tepatnya pada laga antara Madrid menghadapi Getafe. Pada laga tersebut, Odegaard masih berusia 16 tahun, 5 bulan dan 6 hari.

Meskipun saat ini masih berstatus pemain El Real, Odegaard lebih banyak dipinjamkan. Namun pemain Norwegia ini mulai dipercaya Zinedine Zidane musim ini. Pada awal musim ini, ia telah mencatatkan 3 kali penampilan bersama tim utama Madrid.

2. Rodrygo

Pemain berikutnya yaitu Rodrygo yang saat ini juga kerap dimainkan Zinedine Zidane. Pemain yang direkrut dari Santos dengan harga mahal tersebut pertama kali dimainkan Zidane pada 25 September 2019. Saat itu Real Madrid menghadapi Ossasuna dalam lanjutan pekan 6 LaLiga.

Dalam pertandingan tersebut, penyerang sayap ini masih berusia 18 tahun, 8 bulan dan 16 hari. Hingga saat ini Rodrygo telah dimainkan Zidane dalam 28 pertandingan dengan catatan 7 gol dan 4 assist.

3. Achraf Hakimi

Achraf Hakimi juga menjadi salah satu pemain muda yang dimainkan Zinedine Zidane di Real Madrid. Pemain yang baru dijual ke Inter Milan pada awal musim panas lalu tersebut menjalani debut bersama El Real pada 1 Oktober 2017. Hakimi dipercaya tampil oleh Zidane dalam laga menghadapi Espanyol.

Saat menjalani laga tersebut, pemain asal Maroko ini masih berusia 18 tahun, 10 bulan dan 27 hari. Namun pada musim 2018/2019 dan 2019/2020 Hakimi dipinjamkan ke Borussia Dortmund. Pemain bek kiri tersebut hanya tampil dalam 17 laga bersama tim utama Madrid.

4. Sergio Arribas

Pada awal musim 2020/2021 ini Zinedine Zidane juga menampilkan beberapa pemain muda. Salah satunya yaitu Sergio Arribas yang merupakan produk akademi Castilla. Meskipun masih tergabung di tim muda El Real, Arribas diberi kesempatan tampil oleh Zidane bersama tim utama saat menghadapi Real Sociedad.

Pada pertandingan yang digelar 20 September 2020 tersebut, penyerang sayap ini masih berusia 18 tahun, 11 bulan dan 21 hari. Laga tersebut menjadi satu-satunya pertandingan sejauh ini yang dimainkan Arribas bersama tim utama Madrid.

5. Oscar Rodriguez

Pemain terakhir dalam daftar ini adalah Oscar Rodriguez yang dimainkan pertama kali oleh Zinedine Zidane pada 28 November 2017. Produk akademi Castilla ini menjalani debut di tim utama saat menghadapi Fuenla di Copa Del Rey. Dalam laga tersebut, Oscar masih berusia 19 tahun dan 5 bulan.

Pertandingan tersebut menjadi satu-satunya kesempatan yang didapat gelandang serang ini bersama tim utama Real Madrid. Pemain berkebangsaan Spanyol ini resmi dilepas ke Sevilla pada awal musim ini setelah sebelumnya dipinjamkan ke Leganes selama dua musim.

Meskipun memiliki potensi yang cukup baik hingga diberi kesempatan, beberapa pemain tersebut tak bertahan lama di bawah asuhan Zinedine Zidane. Siapa pemain muda terbaik yang tampil di bawah asuhan Zinedine Zidane saat ini?

Kategori
Berita Bola

Piala Dunia U-20 Pastikan Tanpa Opening dan Closing Ceremony

Piala Dunia U-20 Pastikan Tanpa Opening dan Closing Ceremony

Piala Dunia U-20 Pastikan Tanpa Opening dan Closing Ceremony, – Ketua penyelenggara Piala Dunia U-20 (INAFOC), Zainudin Amali, mengatakan bahwa hajatan Piala Dunia U-20 tahun depan dipastikan tak akan menggunakan opening dan closing ceremony yang meriah.

“Standar yang telah ditetapkan oleh FIFA, bahwa untuk upacara gebyar opening dan closing ceremony ditiadakan. Sehingga kita tak akan ada acara yang biasa didengar dan semeriah seperti Asian Games 2018,” kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy dalam konferensi pers usai rapat terbatas melalui channel YouTube Sekretariat Presiden, Selasa.

1. Pembukaan Piala Dunia U-20 hanya akan ada sambutan dari pemerintah dan FIFA

Dilansir https://bobsledsong.com, Hal serupa juga diungkapkan oleh Ketua penyelenggara Piala Dunia U-20 (INAFOC), sekaligus Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali.

Menurut dia, Pesta sepak bola kategori usia U-20 ini hanya bakal dibuka oleh sambutan dari pemerintah Indonesia selaku tuan rumah dan FIFA.

“Dari FIFA sendiri pembukaan itu dimaknai dengan pertandingan hari pertama. Maka untuk memulai itu [Piala Dunia U-20], kita hanya diberikan alokasi waktu terbatas untuk sambutan dari pemerintah dan FIFA sekitar lima sampai delapan menit,” ujar Zainudin.

“Memang kebiasaan untuk ajang U-20, pembukaan itu adalah dalam laga pertama. Terakhir presiden yang memutuskan, jika begitu itu karena arahan FIFA,” lanjut dia.

2. Zainudin Amali sebut persiapan penyelenggaraan masih sesuai koridor

Terkait persiapan penyelenggaraan, termasuk dalam urusan infrastruktur dan perkembangan Timnas U-19, Zainudin pun mengungkapkan jika semuanya masih dalam koridor yang siap. Dia pun memberikan laporan terbaru mengenai stadion utama dan stadion pendukung di enam kota yang telah ditunjuk pada rapat sebelumnya.

Hanya saja, keputusan akhir layak atau tidaknya lapangan tersebut digunakan sebagai venue pertandingan merupakan wewenang FIFA. Pemerintah hanya melakukan perbaikan demi perbaikan venue pertandingan sesuai dengan standar dari federasi sepak bola dunia tersebut.

“Tinggal kita nanti menunggu kelayakan lapangan pertandingan dari FIFA,” beber politisi Partai Golkar tersebut.

3. Timnas U-19 sedang melakukan persiapan di Kroasia

Sebelumnya, Presiden Joko “Jokowi” Widodo menggelar rapat terbatas untuk membahas persiapan Piala Dunia U-20 yang akan diselenggarakan di Indonesia pada tahun 2021 mendatang.

Dalam ratas tersebut, Jokowi juga menanyakan kepada Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Mengenai perkembangan Timnas U-19 yang tengah menjalani pemusatan latihan di Kroasia.

“Saya juga ingin mendapatkan laporan dari PSSI mengenai kesiapan Timnas yang akan berlaga dalam Piala Dunia U-20,” kata Jokowi.

Sejauh ini, tim besutan Shin Tae-yong telah menyelesaikan 10 laga uji coba selama melakukan pemusatan latihan di kampung halaman Luka Modric itu.

4. Jokowi yakinkan semua pihak jika Indonesia aman menggelar Piala Dunia U-20

Jokowi sendiri secara tersirat menunjukkan jika pemerintah begitu serius dalam menyiapkan gelaran Piala Dunia U-20 di Indonesia tahun depan.

Walau Indonesia kini masih dalam kondisi yang belum menentu lantaran pandemik COVID-19. Pria asal Solo itu ingin menyampaikan kepada semua pihak bahwa Indonesia aman untuk menjadi tuan rumah.

“Yang paling penting kita harus meyakinkan bahwa Indonesia telah mempersiapkan protokol kesehatan yang ketat. Sehingga sangat aman untuk dikunjungi dan dijadikan tempat untuk penyelenggaraan U-20 2021,” tukas Jokowi.

Kategori
Berita Bola

Pemain Buangan Real Madrid Mampu Bersinar di Klub Lain

Pemain Buangan Real Madrid Mampu Bersinar di Klub Lain

Pemain Buangan Real Madrid Mampu Bersinar di Klub Lain, – Memperkuat tim sebesar Real Madrid bukanlah pekerjaan mudah. Seorang pesepak bola dituntut untuk selalu konsisten memberikan penampilan terbaiknya.

Nama-nama seperti Karim Benzema, Cristiano Ronaldo, dan Sergio Ramos menjadi beberapa pemain yang terlihat seperti dilahirkan untuk bermain bersama Real Madrid dan menikmati puncak kariernya di Santiago Bernabeu.

Dikutip http://ratutogel.com, Uniknya, setelah meninggalkan Los Blancos, para pemain tersebut justru menikmati kesuksesan yang luar biasa. Siapa saja pemain tersebut? Berikut ulasannya.

Arjen Robben

Cepat dan memiliki insting gol yang baik merupakan hal yang identik dengan Arjen Robben. Pemain asal Belanda ini bisa dibilang sebagai salah satu penyerang sayap terbaik dalam dua dekade terakhir. Namun, tidak demikian saat ia membela Real Madrid.

Nama Robben mulai dikenal ketika memilih pindah ke Chelsea pada 2004 setelah membela PSV Eindhoven. Mampu tampil cemerlang bersama The Blues, ia kemudian direkrut oleh Real Madrid pada 2007 dengan harga 35 juta euro.

Sama seperti Sneijder, Robben juga hanya bertahan selama dua musim, sebelum memilih pindah ke Bayern Munchen dengan biaya 25 juta euro.

Di Bayern, ia menjadi rekan duet yang menjanjikan di sisi sayap bersama Franck Ribery. Bahkan tidak sedikit yang menyebut mereka berdua sebagai duo sayap terbaik di dunia.

Juan Mata

Juan Mata memulai kariernya di Real Oviedo sebelum akhirnya bergabung dengan akademi Real Madrid pada tahun 2003. Saat itu, ia menghabiskan satu musim di Divisi Segunda bersama Real Madrid Castilla.

Tetapi, Mata memilih untuk meninggalkan klub pada tahun 2007 dengan bergabung bersama Valencia. Bersama klub yang bermarkas di Stadion Mestalla itu, ia menjelma menjadi pemain hebat dan diincar banyak tim.

Alhasil, pemain asal Spanyol itu diboyong oleh Chelsea dengan harga 27 juta euro pada 2011. Kariernya bersama Chelsea semakin menanjak, di mana ia berhasil memenangi Liga Eropa dan Liga Champions.

Pemain berusia 32 tahun ini kemudian bergabung dengan Manchester United pada 2014 dengan biaya 45 juta euro. Meski kini tak lagi menjadi pemain inti di United, Mata merupakan salah satu gelandang yang kreatif dan mampu bermain di berbagai posisi.

Samuel Eto’o

Samuel Eto’o merupakan salah satu penyerang terbaik di eranya dan bisa dibilang sebagai pemain terbaik asal Afrika. Namun, semua kehebatannya itu tampak tidak berlaku di Real Madrid.

Ia bergabung dengan klub Spanyol itu pada 1996 saat usianya masih 16 tahun. Eto’o hanya membuattujuh pertandingan bersama Real Madrid dan tak membukukan satu gol pun.

Ia kemudian dijual ke Mallorca pada Januari tahun 2000 dan membuat performa yang apik sehingga Barcelona meminangnya pada tahun 2004.

Ia dengan cepat menjadi pencetak gol yang konsisten baik bersama Barca maupun Inter Milan. Eto’o juga berhasil memenangi dua kali treble winner dengan dua klub tersebut.

Ia lalu bermain untuk beberap klub terkenal seperti Anzhi Makhachkala, Chelsea, Everton dan Sampdoria sebelum pensiun pada 2019 setelah membela Qatar SC.

Fabinho

Fabinho merupakan produk akademi klub Brasil, Fluminense. Ia bergabung bersama Real Madrid pada tahun 2012 dengan status pinjaman dari Rio Ave dan bermain untuk tim Castilla.

Fabinho hanya membuat satu kali penampilan bersama tim senior Real Madrid di LaLiga saat melawan Malaga. Hal itu belum cukup membuat ia dikontrak sebagai pemain permanen.

Pemain berusia 26 tahun itu kemudian melanjutkan kariernya bersama AS Monaco dengan status pinjaman, sebelum akhirnya dipermanenkan. Ia secara total telah mencatatkan 250 pertandingan bersama klub Prancis tersebut.

Performanya bersama Monaco membuat raksasa Inggris, Liverpool merekrutnya pada tahun 2018 dengan biaya 45 juta euro. Selama dua musim membela Liverpool, Fabinho telah memenangi semua trofi bergengsi, termasuk Liga Champions dan Premier League.

Wesley Sneijder

Wesley Sneijder adalah salah satu gelandang serang terbaik di eranya. Namun, kariernya meredup ketika membela Real Madrid. Pemain yang besar bersama Ajax ini ditebus oleh Los Blancos dengan harga 27 juta euro pada 2007.

Bersama Real Madrid, ia hanya bertahan selama dua musim dan memilih pindah ke Inter Milan. Sneijder dengan cepat mampu menemukan permainan terbaiknya di Italia.

Bahkan, ia menjadi pemain kunci dalam keberhasilan Inter meraih treble winner di bawah asuhan Jose Mourinho.

***

Meski sempat gagal berkembang bersama Real Madrid, bukan berarti karier para pemain tersebut akan terjun bebas. Mereka mampu bangkit dengan baik dan menjadi pemain hebat di klub lain. Perjuangan yang patut dicontoh!

Kategori
Berita Bola

Pemain Ini Bisa Didatangkan Tim Premier League

Pemain Ini Bisa Didatangkan Tim Premier League

Pemain Ini Bisa Didatangkan Tim Premier League, – Bursa transfer musim panas 2020/2021 memang sudah selesai digulirkan pada Selasa, pagi hari WIB.

Namun ternyata masih ada saja beberapa pemain yang belum memiliki klub di mana mereka berstatus sebagai pemain free agent.

Selain tak mengeluarkan biaya yang banyak, hal itu juga bisa menjadi opsi guna menambah amunisi skuat. Terlebih lagi saat ini kondisi pandemik, tentu sangat menghemat pengeluaran.

Dilansir https://christian-mommies.com, Meski berstatus sebagai free agent, para pemain ini juga memiliki kualitas yang tak kalah baik dari pemain-pemain lain. Lalu, siapa saja pemain tersebut? Berikut ulasannya.

1. Nathaniel Clyne

Nathaniel Clyne sebelumnya merupakan pemain Liverpool. Namun, ia dipinjamkan ke sesama klub Premier League, AFC Bournemouth di musim lalu. Sayang, ia gagal tampil memukau di Bournemouth yang membuat ia dikembalikan ke Liverpool awal musim ini.

Meski sudah berpengalaman di Premier League, Clyne nyatanya tak diperpanjang kontraknya oleh Liverpool dan berstatus sebagai pemain gratis di musim ini.

Sebagai salah satu pemain senior di Premier League, pemain berusia 29 tahun ini masih layak untuk bermain di kasta tertinggi Inggris tersebut.

2. Shinji Kagawa

Setelah hengkang dari Real Zaragoza di awal Oktober kemarin, Shinja Kagawa sampai saat ini belum menemukan klub mana yang akan dibelanya. Dengan talenta besar yang dimilikinya, pemain asal Jepang ini bisa menjadi pertimbangan bagi klub-klub Premier League.

Terlebih lagi, pemain yang berposisi sebagai gelandang ini sudah pernah bermain di Premier League dengan Manchester United.

Kagawa membela Setan Merah selama 2 musim dan berhasil mempersembahkan 1 trofi Premier League. Sehingga, ia tidak akan kesulitan untuk beradaptasi dengan sepak bola di Inggris.

3. Daniel Sturridge

Daniel Sturridge kembali harus berstatus sebagai pemain tanpa klub setelah meninggalkan tim asal Turki, Trabzonspor.

Padahal, ia merupakan salah satu penyerang yang cukup bagus kala bermain di Premier League bersama Chelsea dan Liverpool. Tetapi, ia terpaksa harus tersingkir dari klub-klub besar itu karena kalah bersaing dengan penyerang lain.

Jika kembali lagi membela klub Premier League, bukan hal yang mustahil kalau ia akan menjadi pemain andalan di kompetisi tertinggi di Inggris itu. Sturridge juga sempat membela klub Premier League lain seperti Manchester City, Bolton dan West Brom.

4. Danny Welbeck

Danny Welbeck merupakan produk akademi Manchester United. Ia sempat menjadi salah satu penyerang andalan Sir Alex Ferguson saat masih menukangi Manchester United. Namun, ia terpaksa harus angkat kaki dari Old Trafford lantaran jasanya sudah tidak lagi terpakai.

Ia pun kemudian bergabung dengan salah satu klub terbaik di Premier League, Arsenal. Di kota London itu, ia juga tak mampu tampil maksimal karena sering diterpa cedera.

Selain itu, Welbeck sempat membela Watford dan Sunderland. Melihat pengalamannya yang sudah malang melintang di Premier League, itu akan membuat sejumlah klub berpikir ulang untuk dapat mendatangkan penyerang baru.

5. Jack Wilshere

Cedera membuat Jack Wilshere harus angkat kaki dari West Ham pada awal Oktober ini. Namun soal kualitas, ia tak perlu diragukan lagi. Keahliannya dalam menjalankan roda permainan di lini tengah sempat membuat Wilshere sebagai pemain penting di Arsenal.

Ia juga sempat menjadi langganan di Timnas Inggris dengan mengoleksi 34 caps. Meski sedang dilanda cedera, pemain berusia 28 tahun ini tentu masih layak untuk bermain di Premier League dengan kualitas yang dimilikinya.

***

Dari pemain tersebut, siapa yang paling layak bermain kembali bersama klub-klub Premier League? Lalu, apa alasannya?