Kategori
Berita Bola

Terinfeksi Corona Dari Pangeran Hingga Pemain Sepakbola

Terinfeksi Corona Dari Pangeran Hingga Pemain Sepakbola

Wabah virus corona dinyatakan pandemi global oleh WHO, 11 Maret lalu. Maklum, virus mematikan yang kemunculannya berawal ke Kota Wuhan, China ini telah merambah hingga seluruh penjuru dunia Terinfeksi Corona Dari Pangeran Hingga Pemain Sepakbola. Virus Corona menginfeksi siapapun. Dari rakyat biasa, hingga selebritis, olahragawan dan politisi Menurut http://ligaemas3.com/.

Terinfeksi Corona Dari Pangeran Hingga Pemain Sepakbola

Daniele Rugani, Pemain Sepakbola Juventus

Melansir dari https://togelbet100.com tim sepak bola Italia, Juventus telah mengumumkan bahwa salah satu pemain mereka, bek Daniele Rugani, telah menyatakan positif. Maka Rugani terpapar virus corona, tetapi belum menunjukkan gejala apa pun. Juventus langsung mengisolasi Rugani dan semua pemain yang melakukan kontak dengannya.

Penyebaran Virus Corona (COVID-19) sejatinya tidak pandang bulu. Terbukti, rakyat biasa, senator, hingga pangeran sebuah kerajaan terpapar virus ini. Kita harus waspada ya gaes, gak boleh anggap remeh wabah ini.

Tom Hanks, Bintang Hollywood

Tom Hanks dan istrinya, aktris dan penyanyi Rita Wilson, adalah bintang Hollywood pertama yang mengumumkan bahwa mereka terinfeksi. Mereka menempatkan ke karantina pada rumah sakit Gold Coast ke Australia. Hanks dan Wilson mengumumkan positif terinfeksi virus corona saat berada pada Australia untuk persiapan syuting film biopik Elvis Presley yang menggarap oleh Baz Luhrmann. Maka Keduanya indikasi tertular oleh kru dalam proyek tersebut yang terinfeksi.

Mikael Arteta, Manajer Tim Sepakbola Arsenal

Mikel Arteta tak menyadari sendirinya terinfeksi virus corona sampai datang sebuah panggilan telepon. Saat itu pula ia tahu sebdirinya dalam risiko. Arteta menyatakan terinfeksi virus corona pada Jumat lalu. Sejak saat itu, Arteta langsung mengisolasi untuk ke rumahnya dan tidak memberikan pernyataan apapun. Setelah Arteta mennyatakan positif, Arsenal langsung memberlakukan protokol isolasi ke para pemain dan menutup pusat latihan.

Justin Trudeau, Perdana Menteri Kanada

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, dan istrinya Sophie Grégoire menyatakan positif terinfeksi virus corona SARS-CoV2. Dalam pernyataan tersebut juga menyebutkan Justin Trudeau telah menempatkan ke dalam isolasi diri dan bekerja rumah. Mereka berdua akan menjalani isolasi selama 14 hari. Sophie mulai menunjukkan gejala Covid-19 seperti flu ringan dan demam setelah kembali dari London.

Kategori
Berita Bola

Manchester City Resmi Cetak Rekor Transfer Jack Grealish

Manchester City Resmi Cetak Rekor Transfer Jack Grealish – Manchester City mencetak rekor transfer setelah mengamankan jasa Jack Grealish dari Aston Villa. Secara resmi, ManCity mengikat Grealish dengan kontrak berdurasi enam tahun.

Jack Grealish Resmi Gabung Manchester City, Dikontrak 6 TahunRekor harus dipecahkan ManCity demi Grealish. Mereka menggelontorkan uang hingga 100 juta poundsterling atau setara Rp2 triliun. Dengan nilai tersebut, Grealish menggeser posisi Harry Maguire sebagai pemain Britania Raya termahal.

Menurut http://ligaemas3.com/ Bukan hanya itu, Grealish juga menjadi pemain dengan mahar transfer termahal di Premier League. Sebelumnya, Paul Pogba merupakan Premier League termahal saat didatangkan Manchester United dengan nilai sebesar 89 juta poundsterling pada 2016 silam.

1. Pakai nomor Aguero

Grealish langsung mendapatkan nomor punggung di ManCity. Karena nomor 10 kosong pasca ditinggal Sergio Aguero yang cabut ke Barcelona, Grealish memakainya.

Nomor itu, dipercayakan karena Grealish memang diyakini cocok memakainya di ManCity.

“ManCity tim terbaik di negara ini dengan manajer yang paling hebat di dunia. Sebuah mimpi jadi nyata bisa gabung ke klub ini,” kata Grealish dikutip situs https://116.193.191.130/ resmi klub.

2. Guardiola jadi kuncinya

Hadirnya Guardiola memang menjadi salah satu daya tarik buat Grealish. Filosofi permainan Guardiola yang taktis dan atraktif, membuat Grealish tergoda.

“Belajar dari seorang Pep merupakan keistimewaan. Itu sebuah harapan dari setiap pemain sepak bola di dunia,” ujar Grealish.

3. Pergolakan batin Grealish

Main bareng ManCity, jadi lonjakan karier paling besar buat Grealish. Menurutnya, pindah ke ManCity seperti terbang ke bulan. Tapi, sempat ada pergolakan batin yang dirasakannya. Sebab, Grealish merupakan fan garis keras Aston Villa.

“Saya sudah jadi penggemar Aston Villa sejak kecil. Tapi, saya bicara ke manajer, minta pendapatnya soal pemain di klub ini. Pada akhirnya, godaan ini memang tak bisa ditepis. Bahagia rasanya,” kata Grealish.

Sebagai salah satu tim besar di Liga Primer Inggris, Manchester City yang merupakan juara bertahan Premier League musim lalu kini diperkuat oleh pemain-pemain bintang dengan harga selangit. Dalam beberapa tahun ke belakang Manchester City juga dikenal sebagai klub yang jor-joran dalam membeli pemain seakan rekening mereka tidak terbatas.

Namun, ternyata klub sebesar Manchester City dengan dana unlimited ini pernah memiliki kebijakan transfer yang bikin penggemar sepak bola mengernyitkan dahi.

Kategori
Berita Bola

Pesepak Bola Argentina Tersubur di Premier League Aguero Memimpin

Pesepak Bola Argentina Tersubur di Premier League Aguero Memimpin

Pesepak Bola Argentina Tersubur di Premier League Aguero Memimpin – Argentina adalah salah satu negara dengan prestasi sepak bola terbaik di dunia saat ini dengan raihan 2 gelar Piala Dunia. Membahas mengenai pemain dari Tim Tango, tak melulu tentang Lionel Messi yang menjadi ikon sepak bolanya. Masih banyak pemain asal Argentina yang memiliki karier hebat lainnya. Di antara semua pemain tersebut, ada beberapa pemain Argentina yang berkarier di Premier League. Bahkan, ada di antara mereka yang sukses menciptakan banyak gol di kompetisi yang di nobatkan sebagai liga tersengit dan terkompetitif di dunia ini.

Image result for Pesepak Bola Argentina Tersubur di Premier League Aguero Memimpin

Sergio Aguero

Sergio Aguero menyandang predikat pemain Argentina tersubur di Premier League hingga saat ini. Membela Manchester City. Aguero tampil moncer di lini serang The Citizens Total, Aguero telah mencetak 180 gol dari 268 pertandingan yang ia mainkan di kompetisi Premier League. Pundi-pundi golnya masih akan terus bertambah mengingat Aguero masih bertahan di City hingga akhir musim ini.

Carlos Tevez

Carlos Tevez yang kini membela Boca Juniors benar-benar tampil produktif saat bermain di Premier League. Tevez sukses menggelontorkan 84 gol selama masa kariernya di kompetisi terkompetitif tersebut. Raihan 84 gol tersebut di raih Tevez dari 3 klub berbeda yang pernah ia bela, dengan rincian 7 gol bersama West Ham United. 42 gol di Manchester United, serta 37 gol sisanya saat ia menyeberang ke klub rival, Manchester City.

Manuel Lanzini

Melansir dari http://bobsledsong.com/ sejak di datangkan pada musim 2015/2016 lalu, Manuel Lanzini berhasil menjelma menjadi motor serangan West Ham United hingga saat ini. Selama membela The Hammers, Lanzini sukses membukukan 21 gol. Sama halnya dengan Aguero, perolehan gol Lanzini masih akan terus bertambah lantaran dirinya terikat kontrak nanti. Meski tak bermain di klub favorit juara, kualitas Lanzini tak bisa dianggap sebelah mata.

Hernan Crespo

Hernan Crespo adalah pemain Argentina terproduktif tahun 2000-an dalam ajang Premier League dengan torehan 20 gol. Sepanjang kariernya, Crespo hanya bermain untuk satu klub Premier League, yaitu Chelsea dalam kurun waktu 2 periode. Periode pertama terjadi pada musim 2003/2004 saat Crespo berhasil mencetak 10 gol. Sempat di pinjamkan ke AC Milan di musim selanjutnya.

Kategori
Berita Bola

Pesepak Bola Top Australia yang Bermain di Klub Eropa Saat Ini

Pesepak Bola Top Australia yang Bermain di Klub Eropa Saat Ini

Pesepak Bola Top Australia yang Bermain di Klub Eropa Saat Ini– Bermain di Eropa pastinya merupakan sebuah kebanggaan tersendiri bagi para pesepak bola, khususnya bagi pesepak bola yang berasal dari luar Eropa. Hal tersebut dikarenakan ketatnya persaingan untuk bermain di klub-klub Eropa, mengingat terdapat peraturan kuota pemain non negara kompetisinya berada dan negara non-Uni Eropa yang dapat masuk dalam sebuah klub. Australia sendiri ternyata memiliki beberapa pesepak bola yang tampil untuk klub di Eropa.

Deretan 10 Pemain Termahal di Piala Asia 2019 - Bolalob.com

Matthew Ryan Brighton dan Arsenal

Matthew Ryan merupakan kiper yang baru didatangkan dari Brighton dengan status pinjaman beberapa waktu lalu. Dia di yakini merupakan pelapis Bernd Leno yang sangat pas di Arsenal. Hal tersebut tak lepas dari pengalamannya bersama Brighton selama 3 tahun. Ryan merupakan kiper utama timnas Australia saat ini. Posisinya di timnas Australia hampir tak pernah tergantikan.

Harry Souttar Stoke City

Bek muda timnas Australia saat ini, Harry Souttar, merupakan prospek jangka panjang bagi timnas Australia. Pemain berusia 22 tahun ini bermain di Champioship Inggris bagi klub Stoke CIty. Harry merupakan pemain yang besar di Skotlandia dan sempat memiliki kewarganegaraan Skotlandia. Hingga saat ini, dia sudah bermain untuk Australia sebanyak 2 kali.

Bailey Wright Sunderland

Melansir dari http://status-med.com/  satu lagi bek andalan timnas Australia yang bermain di Inggris ialah Bailey Wright. Pemain berusia 28 tahun tersebut saat ini membela Sunderland. Dia juga membela klub Inggris lainnya seperti Bristol City dan Preston. Sejauh ini, Bailey Wright telah membela timnas Australia sebanyak 24 kali.

Awer Mabil FC Midtjylland

Awer Mabil merupakan pemain sayap andalan timnas Australia. Saat ini dia bermain bagi klub Norwegia, yaitu FC Midtjylland. Pemain berusia 25 tahun tersebut merupakan lulusan Adelaide. Dia juga sempat bermain di klub asal Portugal yang bernama Paços Ferreira. Sejauh ini, Awer Mabil sudah membela timnas Australia senior sebanyak 13 kali.

Tom Rogic Celtic

Pemain bintang Celtic, Tom Rogic, ternyata juga merupakan pemain yang berasal dari Australia. Pemain berusia 28 tahun ini bergabung dengan Celtic. Sebelum ke Celtic, Rogic sempat membela Central Coast. Pemain 28 tahun ini sudah membela negaranya sebanyak 46 kali. Sejauh ini, dia juga sudah berhasil mencetak 9 gol bagi negaranya.

Kategori
Berita Bola

Duo Bersaudara, Inilah 3 Kakak-Adik yang Menjadi Pemain Sepak Bola Top

Duo Bersaudara, Inilah 3 Kakak-Adik yang Menjadi Pemain Sepak Bola Top

Duo Bersaudara, Inilah 3 Kakak-Adik yang Menjadi Pemain Sepak Bola Top – Sepak bola merupakan olahraga terpopuler dan paling banyak dimainkan di dunia saat ini. Begitu populernya, sepakbola bahkan telah menjadi budaya erat suatu negara dan menjadi ajang wajib setiap edisinya.

D’masa sekarang, pemain profesional di liga sepak bola dunia sudah sangat banyak dan tak jarang ada yang merupakan saudara kandung atau kakak beradik. Keduanya pun bahkan menjadi pemain top dan memiliki prestasi cemerlang.

Melansir dari https://dotdotdot.me/ berikut ini ada 6 kakak beradik yang menjadi pemain top sepak bola saat ini. Penasaran siapa saja? Simak ulasannya di bawah ini.

1. Rafinha dan Thiago Alcantara

Banyak yang tidak mengetahui jika Rafinha dan Thiago Alcantara merupakan saudara kandung. Keduanya sama-sama pernah membela Barcelona, namun Thiago memutuskan hijrah ke Bayern Munchen pada musim 2013/2014. D’sisi lain, Rafinha lebih banyak dipinjamkan ke klub lain dan musim lalu dirinya resmi pindah ke PSG.

Untuk urusan penampilan, performa Thiago juga lebih menjanjikan ketimbang sang adik. Thiago yang kini berada di Liverpool menjadi andalan  lini tengah Bayern Munchen dan sukses meraup sejumlah trofi. Sementara itu, PADA level timnas, keduanya membela negara yang berbeda. Thiago memutuskan membela Spanyol, sedangkan Rafinha lebih memilih berkewarganegaraan Brasil.

2. Romelu dan Jordan Lukaku

Striker andalan Inter Milan, Romelu Lukaku mempunyai saudara yang ternyata juga berprofesi sebagai pemain sepak bola. Dia adalah Jordan Lukaku yang kini bermain untuk Royal Antwerp. Berbeda dengan sang kakak yang berposisi sebagai striker, Jordan Lukaku beroperasi di sektor bek sayap kanan.

Menilik kariernya ke belakang, duo Lukaku ini punya prestasi yang berbeda. Romelu Lukaku telah malang melintang bermain di klub-klub besar Eropa, sedangkan Jordan Lukaku hanya membela beberapa klub papan tengah saja, terkecuali Lazio. Untuk penampilan di timnas, keduanya telah bermain untuk Timnas Belgia dan menjadi andalan di Piala Dunia 2018 lalu.

3. Eden dan Thorgan Hazard

Sama dengan duo Lukaku, kakak-adik ini juga bermain untuk timnas yang sama yaitu Belgia. Punya kemiripan di dalam gaya permainan, yaitu sama-sama beroperasi di lini serang, Eden dan Thorgan Hazard berhasil menjadi andalan di klubnya masing-masing.

Namun, sayang, performa sang kakak, Eden Hazard, tengah dalam tren negatif usai mengalami cedera berkepanjangan selama membela Real Madrid. Sementara itu, Thorgan Hazard menjelma menjadi tumpuan Borussia Dortmund sejak musim lalu usai didatangkan dari Borussia Monchen’gladbach.

Kategori
Berita Bola

Alasan Barcelona Harus Jual Lionel Messi

Alasan Barcelona Harus Jual Lionel Messi

Alasan Barcelona Harus Jual Lionel Messi, – MASA depan Lionel Messi di Barcelona masih menjadi perbincangan hangat sampai saat ini. Sebab, meski akhirnya gagal meninggalkan Barcelona di musim dingin 2020, ia tetap punya niat kuat untuk hijrah ke klub baru usai kontraknya habis.

Itu artinya, jika Messi dan klub tak memiliki kesepakatan dalam kontrak baru, maka ia akan meninggalkan tim di akhir musim. Tentu saja, kehilangan Messi merupakan mimpi buruk bagi Barca. Dilansir dari https://slot-online.games, Namun, di sisi lain, klub asal Catalan itu harus memikirkan keberlangsungan tim yang tengah mengalami krisis finansial akibat pandemik.

Salah satu opsinya adalah menjual Messi pada Januari tahun depan daripada kehilangannya secara gratis di akhir musim. Berikut ini alasan kenapa Messi harus dijual saat bursa transfer musim dingin mendatang.

1. Menjual Messi akan membantu mengurangi tagihan gaji klub

Messi merupakan salah satu pesepak bola terbaik sepanjang sejarah. Maka tak mengherankan ia memiliki gaji yang tinggi daripada pemain lain. Karena tidak adanya pemasukan dari tiket penonton, Barca akan mengalami kerugian tiap pekan. Terlebih lagi harus menanggung beban gaji Messi.

2. Fokus membangun klub

Sudah saatnya agar Barcelona tidak bergantung terus-menerus kepada sosok Messi. Saat sang superstar tersebut main buruk, jarang sekali Barca meraih kemenangan. Ketergantungan itu memberi banyak efek samping bagi klub sendiri.

3. Akhiri budaya bintang di Barcelona

Nama besar Messi kabarnya memiliki kekuatan setara dengan klub. Tentu saja hal tersebut terdengar berlebihan. Karena pada dasarnya, lambang di dada lebih besar daripada nama di punggung. Sebab, sehebat apa pun pemain, tak akan bisa menyandingi kebesaran tim itu sendiri.

4. Peluang terakhir untuk menjual Messi

Alasan paling masuk akal menjual Messi di bursa transfer musim dingin mendatang adalah agar klub mendapatkan banyak uang. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, ia akan bebas memilih klub di musim depan jika tak ada kesepakatan kontrak baru. Jika melihat situasi, Messi sepertinya tak akan menandatangani kontrak baru bersama Barca.

5. Memberikan kesempatan pemain lain untuk berkembang

Alasan terakhir kenapa Barcelona harus segara menjual Messi karena bisa memberi kesempatan para pemain lain untuk berkembang. Bisa jadi, setelah perginya Messi, Griezmann atau Coutinho mungkin dapat tampil lebih dinamis dan cepat menemukan permainan terbaiknya.

***

Dengan dijualnya Messi, tentu akan membuat Barcelona sedikit berbeda, baik secara kualitas permainan atau kekuatan tim. Namun, hal itu setidaknya harus dilakukan demi kebaikan Barcelona di masa mendatang. Setujukah Anda dengan kelima poin tersebut?

Kategori
Berita Bola

Pemain Ternama Lulusan Akademi FC Schalke!

Pemain Ternama Lulusan Akademi FC Schalke!

Pemain Ternama Lulusan Akademi FC Schalke! – Akademi sepakbola Schalke, Knappenschmiede, merupakan salah satu akademi yang terbaik di Jerman. Akademi tersebut kerap menelurkan pemain muda berbakat setiap tahunnya.

Banyak pemain ternama yang ternyata pernah menimba ilmu di akademi Schalke. Manuel Neuer hingga Mesut Ozil menjadi contoh segelintir pemain top lulusan akademi Schalke. Dikutip dari laman https://slot-online.games, Lalu siapa saja pemain ternama lulusan akademi FC Schalke khususnya yang masih aktif bermain? Berikut kami sajikan ulasannya.

1. Manuel Neuer

Salah satu pemain ternama lulusan akademi FC Schalke adalah Manuel Neuer. Kiper Jerman yang sudah berpengalaman ini telah membela Bayern Munchen sejak 2011/2012. Sebelumnya, Neuer dikontrak profesional oleh FC Schalke pada 2005/2006.

Penampilannya yang memukau membuat penyerang sayap ini direkrut Bayern. Pemain 34 tahun ini telah menjalani 203 pertandingan bersama The Royal Blues. Dari penampilannya tersebut ia menorehkan 80 clean sheet dan harus 194 kebobolan.

2. Joel Matip

Kemudian ada Joel Matip, lulusan akademi FC Schalke yang berseragam Liverpool. Pemain berposisi bek ini sempat dikontrak tim utama Schalke sejak musim 2009/2010 hingga 2015/2016. Liverpool yang baru ditangani Jurgen Klopp merekrut Matip dari Schalke.

Hingga saat ini pemain berkebangsaan Kamerun ini masih menjadi bagian The Reds. Pemain yang kini berusia 29 tahun tersebut menjalani 258 pertandingan bersama Schalke. Sebagai bek tengah, Matip mencetak 23 gol dan 14 assist.

3. Julian Draxler

Berikutnya ada Julian Draxler yang pernah membela beberapa klub elite. Pemain berposisi gelandang ini sempat dikontrak tim utama FC Schalke sejak Januari 2011. Draxler kemudian hijrah ke Wolfsburg pada musim 2015/2016 dan bertahan hingga Januari 2017.

Setelah itu Draxler direkrut Raksasa Prancis, Paris Saint-Germain dan bertahan hingga saat ini. Pemain Jerman yang satu ini juga pernah mendapat kesempatan tampil bersama timnas. Bersama Schalke, pemain 27 tahun ini telah tampil dalam 170 pertandingan di semua kompetisi dengan torehan 30 gol serta 29 assist.

4. Leroy Sane

Leroy Sane juga merupakan pemain yang pernah menimba ilmu di akademi FC Schalke. Pemain yang menjadi andalan Bayern Munchen ini lulus dari akademi Schalke pada musim 2015/2016. Penyerang sayap berkebangsaan Jerman ini tentu saja memiliki kualitas mumpuni.

Sempat menjadi andalan skuat The Royal Blues selama semusim, ia akhirnya direkrut Manchester City pada musim 2016/2017. Setelah beberapa musim membela City, pemain 24 tahun ini akhirnya kembali ke Bundesliga dengan membela Bayern Munchen. Saat berseragam Schalke, ia telah tampil dalam 57 laga dengan catatan 13 gol dan 8 assist.

5. Mesut Ozil

Pemain ternama yang juga pernah menimba ilmu di akademi Schalke ada Mesut Ozil. Pemain yang saat ini menjadi bagian Arsenal tersebut sempat dikontrak tim utama Schalke pada musim 2005/2006. Pada Januari 2008, ia kemudian hijrah ke Werder Bremen sebelum akhirnya diboyong Real Madrid pada musim 2010/2011.

Setelah itu Ozil direkrut The Gunners pada musim 2013/2014 dan bertahan hingga kini. Meskipun saat ini tak diandalkan Arsenal, Ozil merupakan salah satu gelandang Jerman yang berkualitas. Saat dikontrak Schalke, pemain 32 tahun ini tampil dalam 39 pertandingan dengan torehan 1 gol dan 5 assist.

***

Di era modern, kesuksesan sebuah klub sepak bola tak melulu soal raihan trofi. Namun lebih dari itu, pembibitan pemain muda juga tak kalah penting. Selain membantu klub, pemain-pemain tersebut juga memberi keuntungan lumayan besar saat dijual. FC Schalke menjadi salah satu contohnya. Siapa pemain ternama lainnya yang juga lulusan akademi Schalke?

Kategori
Berita Bola

Kiper Tertua yang Masih Aktif Bermain di Liga Champions!

Kiper Tertua yang Masih Aktif Bermain di Liga Champions!

Kiper Tertua yang Masih Aktif Bermain di Liga Champions! – Sejarah banyak mencatat pemain-pemain yang sudah berumur ternyata masih bisa sukses di lapangan hijau.

Dari pemain-pemain tersebut, cukup banyak yang berposisi sebagai kiper. Dilansir dari laman https://slotpragmatic.asia, Hal tersebut tak lepas dari tugas kiper yang tak terlalu menguras fisik.

Pada gelaran musim ini, ada beberapa kiper yang masih masuk skuat peserta Liga Champions meskipun sudah cukup senior. Siapa saja kiper tertua yang masih aktif bermain di Liga Champions musim ini? Berikut ulasannya.

1. Gianluigi Buffon (Juventus)

Pemain tertua yang masih aktif bermain di Liga Champions adalah Gianluigi Buffon. Kiper asal Italia ini tentu saja sudah tak perlu diragukan lagi kualitasnya. Di usianya yang memasuki 42 tahun, Buffon masih menjadi bagian Juventus. Si Nyonya Tua menjadi klub terlama yang di belanya meskipun pernah membela Paris Saint-Germain khususnya di UCL.

Pada musim ini kiper kelahiran 28 Januari 1978 tersebut telah masih menunggu kesempatan tampil di Liga Champions. Secara keseluruhan, Buffon telah tampil dalam 123 pertandingan Liga Champions dengan torehan kebobolan sebanyak 118 gol dan mencatatkan 52 clean sheet. Untuk masalah trofi, Buffon masih belum mampu meraihnya hingga kini.

2. Willy Caballero (Chelsea)

Pemain berikutnya ada kiper yang membela Chelsea, yakni Willy Caballero. Kiper asal Argentina tersebut saat ini telah menginjak usia 39 tahun. Ia juga sempat membela beberapa klub lain di Liga Champions, salah satunya yakni Manchester City. Tepatnya pada musim 2014/2015 hingga 2016/2017.

Selain Chelsea dan City, klub lainnya yang pernah dibela Caballero ada Boca Junior hingga Malaga. Namun musim ini, pemain yang lahir pada 28 September 1981 tersebut belum mendapat kesempatan tampil dari 3 pertandingan Liga Champions. Ia menyisakan kontrak hingga akhir musim ini bersama Chelsea.

3. Pepe Reina (Lazio)

Pepe Reina merupakan penjaga gawang yang telah kenyang pengalaman bersama berbagai klub. Sejumlah klub Eropa pernah ia bela seperti Barcelona, Liverpool, Napoli, AC Milan hingga Bayern Munchen. Sejak awal musim 2020/2021, pemain berusia 38 tahun tersebut menjadi bagian Lazio.

Pada Liga Champions musim ini, pemain yang lahir pada 31 Agustus 1982 tersebut mendapat kesempatan 2 kali tampil. Sebagai kiper senior, pengalaman Reina tentu sangat berguna bagi Lazio yang kembali tampil di UCL setelah sekian lama absen. Reina sendiri masih terikat kontrak hingga Juni 2022.

4. Maartin Stekelenburg (Ajax Amsterdam)

Maarten Stekelenburg merupakan kiper senior yang sarat pengalaman. Pemain Belanda ini kembali membela tim pertamanya yakni Ajax Amsterdam sejak awal musim ini. Kiper berusia 38 tahun itu hanya menjadi kiper cadangan di skuat De Amsterdammers. Hal tersebut tak lepas dari kualitasnya yang mulai menurun serta Ajax memiliki kiper mumpuni, Andre Onana.

Meskipun demikian, kiper kelahiran 22 September 1982 ini masih berpeluang tampil membela Ajax khususnya di Liga Champions. Stekelenburg memang bukan kiper sembarangan, ia tercatat telah membela klub-klub elite selama kariernya. Di antaranya ada AS Roma, Fulham, Southampton hingga Everton.

5. Yohann Pele (Olympique Marseille)

Yohann Pele menjadi kiper berikutnya yang masih aktif membela klub Liga Champions meskipun sudah tak muda lagi. Kiper berkebangsaan Prancis tersebut membela Olympique Marseille sejak musim 2015/2016. Sebelum membela klub berjuluk Les Phoceens tersebut, kiper 38 tahun ini sempat membela beberapa klub, khususnya dari Prancis.

Di antaranya ada Le Mans, Toulouse serta FC Sochaux. Sama seperti Stekelenburg, Pele juga harus rela menjadi kiper cadangan. Pemain kelahiran 4 November 1982 ini belum mendapat kesempatan tampil musim ini baik di kompetisi domestik maupun di Liga Champions.

***

Meskipun sudah tak muda lagi, kiper-kiper tersebut tentu saja memiliki pengalaman yang berguna bagi tim. Akankah nama-nama dalam daftar ini akan mengantarkan timnya meraih trofi Liga Champions musim ini?

Kategori
Berita Bola

Debutan Termuda Manchester City di Era Pep Guardiola

Debutan Termuda Manchester City di Era Pep Guardiola

Debutan Termuda Manchester City di Era Pep Guardiola, – Manchester City dikenal memiliki salah satu akademi pemain muda terbaik di Inggris. Oleh karena itu tidak mengherankan kalau The Citizen tak pernah kesulitan melakukan peremajaan. Stok pemain belia berbakat mereka amat banyak.

Dikutip dari laman http://downloadjoker123.org, Meskipun banyak pemain bintang, Guardiola juga kerap mengorbitkan pemain muda. Ada beberapa pemain remaja yang mendapat kesempatan debut di tim utama The Cityzens. Lantas siapa saja debutan termuda Manchester City di era Pep Guardiola? Check it out!

1. Brahim Diaz

Brahim Diaz menjadi debutan termuda Manchester City di era Pep Guardiola. Pemain asal Spanyol ini debut bersama City pada 21 September 2016. Tepatnya saat City menghadapi Swansea City dalam ajang Piala Liga. Pada laga yang dimenangkan City tersebut, Diaz masih berusia 17 tahun, 1 bulan dan 18 hari.

Sebenarnya Diaz masih menjadi bagian tim muda City, namun dengan potensi yang dimiliki membuatnya mendapat kesempatan berharga tersebut. Gelandang serang ini juga tampil dalam 5 pertandingan City. Hingga akhirnya pada musim 2019/2020, ia direkrut raksasa Spanyol Real Madrid dengan harga 17 juta euro.

2. Adrian Bernabe

Adrian Bernabe hingga saat ini belum dikontrak oleh tim utama Manchester City. Namun pada 25 September 2018, pemain asal Spanyol ini mendapat kesempatan tampil bersama tim utama City oleh Pep Guardiola. Saat itu The Cityzens menjalani laga menghadapi Oxford United dalam ajang Piala Liga.

Pada pertandingan tersebut, Bernabe masih berusia 17 tahun, 3 bulan dan 30 hari. Total pemain gelandang serang ini tampil dalam 4 pertandingan bersama tim utama. Saat ini ia berusia 19 tahun dan tergabung dengan tim muda Manchester City.

3. Phil Foden

Phil Foden menjadi pemain produk akademi Manchester City yang diandalkan Pep Guardiola saat ini. Pemain berkebangsaan Inggris ini menjalani debut pada 21 November 2017. Tak tanggung-tanggung, Foden diberi kesempatan tampil perdana saat City menghadapi Feyenoord dalam ajang Liga Champions.

Pada pertandingan tersebut, pemain gelandang ini masih berusia 17 tahun, 5 bulan dan 24 hari. Foden menjadi salah satu pemain terbaik produk akademi City. Sejauh ini ia telah membela The Citizens dalam 84 pertandingan dengan catatan 18 gol dan 14 assist. Masih berusia 20 tahun, Foden dikontrak Manchester City hingga Juni 2024.

4. Liam Delap

Liam Delap menjadi debutan terbaru Manchester City di musim ini. Pemain berkebangsaan Inggris ini menjalani debut bersama The Cityzens pada 24 September 2020. Saat itu City menghadapi Bournemouth pada ajang Piala Liga.

Pada pertandingan tersebut, Rekik masih berusia 17 tahun, 7 bulan dan 16 hari. Delap sebenarnya masih tergabung di skuat muda City. Hingga saat ini ia membela klub asal Manchester tersebut dalam 2 pertandingan. Pemain berposisi striker ini berhasil mencetak 1 gol di laga debutnya.

5. Taylor Harwood-Bellis

Berikutnya juga pemain berkebangsaan Inggris, yakni Taylor Harwood-Bellis. Pemain bek tengah ini pertama kali mendapat kesempatan tampil membela Manchester City yaitu saat menghadapi Preston North End dalam ajang Piala Liga. Pada laga yang digelar 24 September 2019 tersebut, Lopes masih berusia 17 tahun, 7 bulan dan 25 hari.

Taylor resmi dikontrak tim utama The Cityzens sejak awal musim 2020/2021 ini. Hingga saat ini, Taylor tampil dalam 6 pertandingan dengan mencetak 1 gol. Dengan usianya yang masih belia, pemain yang satu ini tentu bisa menjadi bek masa depan City.

***

Di tengah banyak pemain berlabel bintang, Pep Guardiola memberikan pengalaman berharga bagi para pemain muda. Kesempatan tersebut tentu saja cukup berharga bagi pemain belasan tahun. Akankah lahir bintang muda di skuat Manchester City?

Kategori
Berita Bola

Rekrutan Gratis Terbaik Sepanjang Sejarah Juventus

Rekrutan Gratis Terbaik Sepanjang Sejarah Juventus

Rekrutan Gratis Terbaik Sepanjang Sejarah Juventus, – Selama bertahun-tahun, Juventus merupakan raja dari free transfer, namun tim-tim lain seperti Arsenal dan Liverpool tak mau kalah dengan si Nyonya Tua dalam merekrut pemain “gratisan”.

Justru klub yang bermarkas di Allianz Stadium tersebut dikenal sebagai klub yang suka merekrut pemain gratisan. Meski demikian, kualitas dari para pemain gratisan tersebut tak bisa diremehkan.

Dilansir dari laman https://maxbetresmi.com, Beberapa di antaranya bahkan mampu menjadi sosok vital yang membawa kesuksesan Juve. Berikut 5 rekrutan gratis terbaik sepanjang sejarah Juventus.

1. Andrea Pirlo

Andrea Pirlo bisa dibilang sebagai rekrutan gratis terbaik sepanjang sejarah Juventus. Pemain berposisi gelandang bertahan tersebut diboyong secara cuma-cuma dari AC Milan di musim 2011/12. Kehadirannya benar-benar memberikan warna baru yang berdampak pada kesuksesan Juventus.

Selama empat musim mengabdi di Turin, Pirlo tampil sebanyak 164 laga dengan mencetak 19 gol dan 38 assist. Ia berhasil menyumbangkan 4 gelar Serie A, 1 gelar Coppa Italia, dan 2 gelar Piala Super Italia. Pemain asli Italia tersebut berpisah dengan Juventus di musim 2015/16 usai hijrah ke New York City FC. Ia lalu memutuskan pensiun pada Januari 2018.

2. Paul Pogba

Transfer cerdas juga pernah dilakukan Juventus saat membeli Paul Pogba secara gratis dari Manchester United di musim 2012/13. Ia benar-benar mampu tampil impresif sebagai gelandang tengah selama empat musim di Allianz Stadium. Pogba juga sempat berkolaborasi dengan Andrea Pirlo.

Pemain asal Prancis tersebut tercatat bermain dalam 178 laga dengan menciptakan 34 gol dan 40 assist. Ia juga berhasil mempersembahkan 4 gelar Serie A, 2 gelar Coppa Italia, dan 2 gelar Piala Super Italia. Pogba kemudian dijual ke klub lamanya, Manchester United, dengan banderol fantastis senilai 105 juta euro di musim 2016/17.

3. Fernando Llorente

Fernando Llorente merupakan pemain berposisi striker asal Spanyol. Ia juga menjadi salah satu rekrutan gratis terbaik Juventus. Ia direkrut dari Athletic Bilbao dengan status bebas transfer di musim 2013/14. Llorente menjadi penyerang andalan di lini depan La Vecchia Signora selama dua musim.

Dalam kurun waktu tersebut, ia merumput dalam 92 laga dengan mencetak 27 gol dan 10 assist. Beberapa gelar pernah diraihnya, yakni 3 gelar Serie A, 1 gelar Coppa Italia, dan 1 gelar Piala Super Italia. Llorente kemudian hengkang ke Sevilla di musim 2015/16. Saat ini, ia aktif berkarier di Serie A bersama Napoli.

4. Sami Khedira

Sami Khedira juga menjadi pemain yang tak kalah berkualitas dari pemain sebelumnya. Ia didatangkan secara gratis dari Real Madrid di musim 2015/16. Performanya cukup mentereng sebagai seorang gelandang tengah. Musim ini merupakan musim keenam bagi Khedira mengabdi untuk Juventus.

Gelandang asal Jerman tersebut telah bermain dalam 145 laga dengan mengoleksi 21 gol dan 13 assist. Ia juga telah mencicipi 5 gelar Serie A, 3 gelar Coppa Italia, dan 1 gelar Piala Super Italia. Pemain berusia 33 tahun tersebut masih memiliki durasi kontrak hingga Juni 2021.

5. Aaron Ramsey

Pemain terbaik terakhir yang direkrut secara gratis oleh Juventus adalah Aaron Ramsey. Ia dibajak dari Arsenal tanpa biaya sepeser pun di musim 2019/20. Secara perlahan, Ramsey mampu menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu gelandang jempolan. Terkadang, ia dimainkan secara bersamaan dengan Khedira.

Sejauh ini, pemain asal Wales tersebut telah mencatatkan 41 penampilan dengan membukukan 4 gol dan 2 assist. Ia baru bisa merasakan meraih 1 gelar Serie A. Meski demikian, ia masih memiliki peluang untuk menorehkan berbagai prestasi lainnya bersama Juventus mengingat kontraknya masih tersisa hingga Juni 2023.

***

Kelima pemain di atas mampu membuktikan meski direkrut secara gratis atau bisa dibilang sebagai pemain buangan, tetapi mampu menunjukkan performa yang gemilang. Kira-kira, adakah pemain top lainnya yang akan diboyong Juventus secara cuma-cuma?