Kategori
Berita Bola

Alasan Barcelona Harus Jual Lionel Messi

Alasan Barcelona Harus Jual Lionel Messi

Alasan Barcelona Harus Jual Lionel Messi, – MASA depan Lionel Messi di Barcelona masih menjadi perbincangan hangat sampai saat ini. Sebab, meski akhirnya gagal meninggalkan Barcelona di musim dingin 2020, ia tetap punya niat kuat untuk hijrah ke klub baru usai kontraknya habis.

Itu artinya, jika Messi dan klub tak memiliki kesepakatan dalam kontrak baru, maka ia akan meninggalkan tim di akhir musim. Tentu saja, kehilangan Messi merupakan mimpi buruk bagi Barca. Dilansir dari https://slot-online.games, Namun, di sisi lain, klub asal Catalan itu harus memikirkan keberlangsungan tim yang tengah mengalami krisis finansial akibat pandemik.

Salah satu opsinya adalah menjual Messi pada Januari tahun depan daripada kehilangannya secara gratis di akhir musim. Berikut ini alasan kenapa Messi harus dijual saat bursa transfer musim dingin mendatang.

1. Menjual Messi akan membantu mengurangi tagihan gaji klub

Messi merupakan salah satu pesepak bola terbaik sepanjang sejarah. Maka tak mengherankan ia memiliki gaji yang tinggi daripada pemain lain. Karena tidak adanya pemasukan dari tiket penonton, Barca akan mengalami kerugian tiap pekan. Terlebih lagi harus menanggung beban gaji Messi.

2. Fokus membangun klub

Sudah saatnya agar Barcelona tidak bergantung terus-menerus kepada sosok Messi. Saat sang superstar tersebut main buruk, jarang sekali Barca meraih kemenangan. Ketergantungan itu memberi banyak efek samping bagi klub sendiri.

3. Akhiri budaya bintang di Barcelona

Nama besar Messi kabarnya memiliki kekuatan setara dengan klub. Tentu saja hal tersebut terdengar berlebihan. Karena pada dasarnya, lambang di dada lebih besar daripada nama di punggung. Sebab, sehebat apa pun pemain, tak akan bisa menyandingi kebesaran tim itu sendiri.

4. Peluang terakhir untuk menjual Messi

Alasan paling masuk akal menjual Messi di bursa transfer musim dingin mendatang adalah agar klub mendapatkan banyak uang. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, ia akan bebas memilih klub di musim depan jika tak ada kesepakatan kontrak baru. Jika melihat situasi, Messi sepertinya tak akan menandatangani kontrak baru bersama Barca.

5. Memberikan kesempatan pemain lain untuk berkembang

Alasan terakhir kenapa Barcelona harus segara menjual Messi karena bisa memberi kesempatan para pemain lain untuk berkembang. Bisa jadi, setelah perginya Messi, Griezmann atau Coutinho mungkin dapat tampil lebih dinamis dan cepat menemukan permainan terbaiknya.

***

Dengan dijualnya Messi, tentu akan membuat Barcelona sedikit berbeda, baik secara kualitas permainan atau kekuatan tim. Namun, hal itu setidaknya harus dilakukan demi kebaikan Barcelona di masa mendatang. Setujukah Anda dengan kelima poin tersebut?

Kategori
Berita Bola

Pemain Ternama Lulusan Akademi FC Schalke!

Pemain Ternama Lulusan Akademi FC Schalke!

Pemain Ternama Lulusan Akademi FC Schalke! – Akademi sepakbola Schalke, Knappenschmiede, merupakan salah satu akademi yang terbaik di Jerman. Akademi tersebut kerap menelurkan pemain muda berbakat setiap tahunnya.

Banyak pemain ternama yang ternyata pernah menimba ilmu di akademi Schalke. Manuel Neuer hingga Mesut Ozil menjadi contoh segelintir pemain top lulusan akademi Schalke. Dikutip dari laman https://slot-online.games, Lalu siapa saja pemain ternama lulusan akademi FC Schalke khususnya yang masih aktif bermain? Berikut kami sajikan ulasannya.

1. Manuel Neuer

Salah satu pemain ternama lulusan akademi FC Schalke adalah Manuel Neuer. Kiper Jerman yang sudah berpengalaman ini telah membela Bayern Munchen sejak 2011/2012. Sebelumnya, Neuer dikontrak profesional oleh FC Schalke pada 2005/2006.

Penampilannya yang memukau membuat penyerang sayap ini direkrut Bayern. Pemain 34 tahun ini telah menjalani 203 pertandingan bersama The Royal Blues. Dari penampilannya tersebut ia menorehkan 80 clean sheet dan harus 194 kebobolan.

2. Joel Matip

Kemudian ada Joel Matip, lulusan akademi FC Schalke yang berseragam Liverpool. Pemain berposisi bek ini sempat dikontrak tim utama Schalke sejak musim 2009/2010 hingga 2015/2016. Liverpool yang baru ditangani Jurgen Klopp merekrut Matip dari Schalke.

Hingga saat ini pemain berkebangsaan Kamerun ini masih menjadi bagian The Reds. Pemain yang kini berusia 29 tahun tersebut menjalani 258 pertandingan bersama Schalke. Sebagai bek tengah, Matip mencetak 23 gol dan 14 assist.

3. Julian Draxler

Berikutnya ada Julian Draxler yang pernah membela beberapa klub elite. Pemain berposisi gelandang ini sempat dikontrak tim utama FC Schalke sejak Januari 2011. Draxler kemudian hijrah ke Wolfsburg pada musim 2015/2016 dan bertahan hingga Januari 2017.

Setelah itu Draxler direkrut Raksasa Prancis, Paris Saint-Germain dan bertahan hingga saat ini. Pemain Jerman yang satu ini juga pernah mendapat kesempatan tampil bersama timnas. Bersama Schalke, pemain 27 tahun ini telah tampil dalam 170 pertandingan di semua kompetisi dengan torehan 30 gol serta 29 assist.

4. Leroy Sane

Leroy Sane juga merupakan pemain yang pernah menimba ilmu di akademi FC Schalke. Pemain yang menjadi andalan Bayern Munchen ini lulus dari akademi Schalke pada musim 2015/2016. Penyerang sayap berkebangsaan Jerman ini tentu saja memiliki kualitas mumpuni.

Sempat menjadi andalan skuat The Royal Blues selama semusim, ia akhirnya direkrut Manchester City pada musim 2016/2017. Setelah beberapa musim membela City, pemain 24 tahun ini akhirnya kembali ke Bundesliga dengan membela Bayern Munchen. Saat berseragam Schalke, ia telah tampil dalam 57 laga dengan catatan 13 gol dan 8 assist.

5. Mesut Ozil

Pemain ternama yang juga pernah menimba ilmu di akademi Schalke ada Mesut Ozil. Pemain yang saat ini menjadi bagian Arsenal tersebut sempat dikontrak tim utama Schalke pada musim 2005/2006. Pada Januari 2008, ia kemudian hijrah ke Werder Bremen sebelum akhirnya diboyong Real Madrid pada musim 2010/2011.

Setelah itu Ozil direkrut The Gunners pada musim 2013/2014 dan bertahan hingga kini. Meskipun saat ini tak diandalkan Arsenal, Ozil merupakan salah satu gelandang Jerman yang berkualitas. Saat dikontrak Schalke, pemain 32 tahun ini tampil dalam 39 pertandingan dengan torehan 1 gol dan 5 assist.

***

Di era modern, kesuksesan sebuah klub sepak bola tak melulu soal raihan trofi. Namun lebih dari itu, pembibitan pemain muda juga tak kalah penting. Selain membantu klub, pemain-pemain tersebut juga memberi keuntungan lumayan besar saat dijual. FC Schalke menjadi salah satu contohnya. Siapa pemain ternama lainnya yang juga lulusan akademi Schalke?

Kategori
Berita Bola

Kiper Tertua yang Masih Aktif Bermain di Liga Champions!

Kiper Tertua yang Masih Aktif Bermain di Liga Champions!

Kiper Tertua yang Masih Aktif Bermain di Liga Champions! – Sejarah banyak mencatat pemain-pemain yang sudah berumur ternyata masih bisa sukses di lapangan hijau.

Dari pemain-pemain tersebut, cukup banyak yang berposisi sebagai kiper. Dilansir dari laman https://slotpragmatic.asia, Hal tersebut tak lepas dari tugas kiper yang tak terlalu menguras fisik.

Pada gelaran musim ini, ada beberapa kiper yang masih masuk skuat peserta Liga Champions meskipun sudah cukup senior. Siapa saja kiper tertua yang masih aktif bermain di Liga Champions musim ini? Berikut ulasannya.

1. Gianluigi Buffon (Juventus)

Pemain tertua yang masih aktif bermain di Liga Champions adalah Gianluigi Buffon. Kiper asal Italia ini tentu saja sudah tak perlu diragukan lagi kualitasnya. Di usianya yang memasuki 42 tahun, Buffon masih menjadi bagian Juventus. Si Nyonya Tua menjadi klub terlama yang di belanya meskipun pernah membela Paris Saint-Germain khususnya di UCL.

Pada musim ini kiper kelahiran 28 Januari 1978 tersebut telah masih menunggu kesempatan tampil di Liga Champions. Secara keseluruhan, Buffon telah tampil dalam 123 pertandingan Liga Champions dengan torehan kebobolan sebanyak 118 gol dan mencatatkan 52 clean sheet. Untuk masalah trofi, Buffon masih belum mampu meraihnya hingga kini.

2. Willy Caballero (Chelsea)

Pemain berikutnya ada kiper yang membela Chelsea, yakni Willy Caballero. Kiper asal Argentina tersebut saat ini telah menginjak usia 39 tahun. Ia juga sempat membela beberapa klub lain di Liga Champions, salah satunya yakni Manchester City. Tepatnya pada musim 2014/2015 hingga 2016/2017.

Selain Chelsea dan City, klub lainnya yang pernah dibela Caballero ada Boca Junior hingga Malaga. Namun musim ini, pemain yang lahir pada 28 September 1981 tersebut belum mendapat kesempatan tampil dari 3 pertandingan Liga Champions. Ia menyisakan kontrak hingga akhir musim ini bersama Chelsea.

3. Pepe Reina (Lazio)

Pepe Reina merupakan penjaga gawang yang telah kenyang pengalaman bersama berbagai klub. Sejumlah klub Eropa pernah ia bela seperti Barcelona, Liverpool, Napoli, AC Milan hingga Bayern Munchen. Sejak awal musim 2020/2021, pemain berusia 38 tahun tersebut menjadi bagian Lazio.

Pada Liga Champions musim ini, pemain yang lahir pada 31 Agustus 1982 tersebut mendapat kesempatan 2 kali tampil. Sebagai kiper senior, pengalaman Reina tentu sangat berguna bagi Lazio yang kembali tampil di UCL setelah sekian lama absen. Reina sendiri masih terikat kontrak hingga Juni 2022.

4. Maartin Stekelenburg (Ajax Amsterdam)

Maarten Stekelenburg merupakan kiper senior yang sarat pengalaman. Pemain Belanda ini kembali membela tim pertamanya yakni Ajax Amsterdam sejak awal musim ini. Kiper berusia 38 tahun itu hanya menjadi kiper cadangan di skuat De Amsterdammers. Hal tersebut tak lepas dari kualitasnya yang mulai menurun serta Ajax memiliki kiper mumpuni, Andre Onana.

Meskipun demikian, kiper kelahiran 22 September 1982 ini masih berpeluang tampil membela Ajax khususnya di Liga Champions. Stekelenburg memang bukan kiper sembarangan, ia tercatat telah membela klub-klub elite selama kariernya. Di antaranya ada AS Roma, Fulham, Southampton hingga Everton.

5. Yohann Pele (Olympique Marseille)

Yohann Pele menjadi kiper berikutnya yang masih aktif membela klub Liga Champions meskipun sudah tak muda lagi. Kiper berkebangsaan Prancis tersebut membela Olympique Marseille sejak musim 2015/2016. Sebelum membela klub berjuluk Les Phoceens tersebut, kiper 38 tahun ini sempat membela beberapa klub, khususnya dari Prancis.

Di antaranya ada Le Mans, Toulouse serta FC Sochaux. Sama seperti Stekelenburg, Pele juga harus rela menjadi kiper cadangan. Pemain kelahiran 4 November 1982 ini belum mendapat kesempatan tampil musim ini baik di kompetisi domestik maupun di Liga Champions.

***

Meskipun sudah tak muda lagi, kiper-kiper tersebut tentu saja memiliki pengalaman yang berguna bagi tim. Akankah nama-nama dalam daftar ini akan mengantarkan timnya meraih trofi Liga Champions musim ini?

Kategori
Berita Bola

Debutan Termuda Manchester City di Era Pep Guardiola

Debutan Termuda Manchester City di Era Pep Guardiola

Debutan Termuda Manchester City di Era Pep Guardiola, – Manchester City dikenal memiliki salah satu akademi pemain muda terbaik di Inggris. Oleh karena itu tidak mengherankan kalau The Citizen tak pernah kesulitan melakukan peremajaan. Stok pemain belia berbakat mereka amat banyak.

Dikutip dari laman http://downloadjoker123.org, Meskipun banyak pemain bintang, Guardiola juga kerap mengorbitkan pemain muda. Ada beberapa pemain remaja yang mendapat kesempatan debut di tim utama The Cityzens. Lantas siapa saja debutan termuda Manchester City di era Pep Guardiola? Check it out!

1. Brahim Diaz

Brahim Diaz menjadi debutan termuda Manchester City di era Pep Guardiola. Pemain asal Spanyol ini debut bersama City pada 21 September 2016. Tepatnya saat City menghadapi Swansea City dalam ajang Piala Liga. Pada laga yang dimenangkan City tersebut, Diaz masih berusia 17 tahun, 1 bulan dan 18 hari.

Sebenarnya Diaz masih menjadi bagian tim muda City, namun dengan potensi yang dimiliki membuatnya mendapat kesempatan berharga tersebut. Gelandang serang ini juga tampil dalam 5 pertandingan City. Hingga akhirnya pada musim 2019/2020, ia direkrut raksasa Spanyol Real Madrid dengan harga 17 juta euro.

2. Adrian Bernabe

Adrian Bernabe hingga saat ini belum dikontrak oleh tim utama Manchester City. Namun pada 25 September 2018, pemain asal Spanyol ini mendapat kesempatan tampil bersama tim utama City oleh Pep Guardiola. Saat itu The Cityzens menjalani laga menghadapi Oxford United dalam ajang Piala Liga.

Pada pertandingan tersebut, Bernabe masih berusia 17 tahun, 3 bulan dan 30 hari. Total pemain gelandang serang ini tampil dalam 4 pertandingan bersama tim utama. Saat ini ia berusia 19 tahun dan tergabung dengan tim muda Manchester City.

3. Phil Foden

Phil Foden menjadi pemain produk akademi Manchester City yang diandalkan Pep Guardiola saat ini. Pemain berkebangsaan Inggris ini menjalani debut pada 21 November 2017. Tak tanggung-tanggung, Foden diberi kesempatan tampil perdana saat City menghadapi Feyenoord dalam ajang Liga Champions.

Pada pertandingan tersebut, pemain gelandang ini masih berusia 17 tahun, 5 bulan dan 24 hari. Foden menjadi salah satu pemain terbaik produk akademi City. Sejauh ini ia telah membela The Citizens dalam 84 pertandingan dengan catatan 18 gol dan 14 assist. Masih berusia 20 tahun, Foden dikontrak Manchester City hingga Juni 2024.

4. Liam Delap

Liam Delap menjadi debutan terbaru Manchester City di musim ini. Pemain berkebangsaan Inggris ini menjalani debut bersama The Cityzens pada 24 September 2020. Saat itu City menghadapi Bournemouth pada ajang Piala Liga.

Pada pertandingan tersebut, Rekik masih berusia 17 tahun, 7 bulan dan 16 hari. Delap sebenarnya masih tergabung di skuat muda City. Hingga saat ini ia membela klub asal Manchester tersebut dalam 2 pertandingan. Pemain berposisi striker ini berhasil mencetak 1 gol di laga debutnya.

5. Taylor Harwood-Bellis

Berikutnya juga pemain berkebangsaan Inggris, yakni Taylor Harwood-Bellis. Pemain bek tengah ini pertama kali mendapat kesempatan tampil membela Manchester City yaitu saat menghadapi Preston North End dalam ajang Piala Liga. Pada laga yang digelar 24 September 2019 tersebut, Lopes masih berusia 17 tahun, 7 bulan dan 25 hari.

Taylor resmi dikontrak tim utama The Cityzens sejak awal musim 2020/2021 ini. Hingga saat ini, Taylor tampil dalam 6 pertandingan dengan mencetak 1 gol. Dengan usianya yang masih belia, pemain yang satu ini tentu bisa menjadi bek masa depan City.

***

Di tengah banyak pemain berlabel bintang, Pep Guardiola memberikan pengalaman berharga bagi para pemain muda. Kesempatan tersebut tentu saja cukup berharga bagi pemain belasan tahun. Akankah lahir bintang muda di skuat Manchester City?

Kategori
Berita Bola

Rekrutan Gratis Terbaik Sepanjang Sejarah Juventus

Rekrutan Gratis Terbaik Sepanjang Sejarah Juventus

Rekrutan Gratis Terbaik Sepanjang Sejarah Juventus, – Selama bertahun-tahun, Juventus merupakan raja dari free transfer, namun tim-tim lain seperti Arsenal dan Liverpool tak mau kalah dengan si Nyonya Tua dalam merekrut pemain “gratisan”.

Justru klub yang bermarkas di Allianz Stadium tersebut dikenal sebagai klub yang suka merekrut pemain gratisan. Meski demikian, kualitas dari para pemain gratisan tersebut tak bisa diremehkan.

Dilansir dari laman https://maxbetresmi.com, Beberapa di antaranya bahkan mampu menjadi sosok vital yang membawa kesuksesan Juve. Berikut 5 rekrutan gratis terbaik sepanjang sejarah Juventus.

1. Andrea Pirlo

Andrea Pirlo bisa dibilang sebagai rekrutan gratis terbaik sepanjang sejarah Juventus. Pemain berposisi gelandang bertahan tersebut diboyong secara cuma-cuma dari AC Milan di musim 2011/12. Kehadirannya benar-benar memberikan warna baru yang berdampak pada kesuksesan Juventus.

Selama empat musim mengabdi di Turin, Pirlo tampil sebanyak 164 laga dengan mencetak 19 gol dan 38 assist. Ia berhasil menyumbangkan 4 gelar Serie A, 1 gelar Coppa Italia, dan 2 gelar Piala Super Italia. Pemain asli Italia tersebut berpisah dengan Juventus di musim 2015/16 usai hijrah ke New York City FC. Ia lalu memutuskan pensiun pada Januari 2018.

2. Paul Pogba

Transfer cerdas juga pernah dilakukan Juventus saat membeli Paul Pogba secara gratis dari Manchester United di musim 2012/13. Ia benar-benar mampu tampil impresif sebagai gelandang tengah selama empat musim di Allianz Stadium. Pogba juga sempat berkolaborasi dengan Andrea Pirlo.

Pemain asal Prancis tersebut tercatat bermain dalam 178 laga dengan menciptakan 34 gol dan 40 assist. Ia juga berhasil mempersembahkan 4 gelar Serie A, 2 gelar Coppa Italia, dan 2 gelar Piala Super Italia. Pogba kemudian dijual ke klub lamanya, Manchester United, dengan banderol fantastis senilai 105 juta euro di musim 2016/17.

3. Fernando Llorente

Fernando Llorente merupakan pemain berposisi striker asal Spanyol. Ia juga menjadi salah satu rekrutan gratis terbaik Juventus. Ia direkrut dari Athletic Bilbao dengan status bebas transfer di musim 2013/14. Llorente menjadi penyerang andalan di lini depan La Vecchia Signora selama dua musim.

Dalam kurun waktu tersebut, ia merumput dalam 92 laga dengan mencetak 27 gol dan 10 assist. Beberapa gelar pernah diraihnya, yakni 3 gelar Serie A, 1 gelar Coppa Italia, dan 1 gelar Piala Super Italia. Llorente kemudian hengkang ke Sevilla di musim 2015/16. Saat ini, ia aktif berkarier di Serie A bersama Napoli.

4. Sami Khedira

Sami Khedira juga menjadi pemain yang tak kalah berkualitas dari pemain sebelumnya. Ia didatangkan secara gratis dari Real Madrid di musim 2015/16. Performanya cukup mentereng sebagai seorang gelandang tengah. Musim ini merupakan musim keenam bagi Khedira mengabdi untuk Juventus.

Gelandang asal Jerman tersebut telah bermain dalam 145 laga dengan mengoleksi 21 gol dan 13 assist. Ia juga telah mencicipi 5 gelar Serie A, 3 gelar Coppa Italia, dan 1 gelar Piala Super Italia. Pemain berusia 33 tahun tersebut masih memiliki durasi kontrak hingga Juni 2021.

5. Aaron Ramsey

Pemain terbaik terakhir yang direkrut secara gratis oleh Juventus adalah Aaron Ramsey. Ia dibajak dari Arsenal tanpa biaya sepeser pun di musim 2019/20. Secara perlahan, Ramsey mampu menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu gelandang jempolan. Terkadang, ia dimainkan secara bersamaan dengan Khedira.

Sejauh ini, pemain asal Wales tersebut telah mencatatkan 41 penampilan dengan membukukan 4 gol dan 2 assist. Ia baru bisa merasakan meraih 1 gelar Serie A. Meski demikian, ia masih memiliki peluang untuk menorehkan berbagai prestasi lainnya bersama Juventus mengingat kontraknya masih tersisa hingga Juni 2023.

***

Kelima pemain di atas mampu membuktikan meski direkrut secara gratis atau bisa dibilang sebagai pemain buangan, tetapi mampu menunjukkan performa yang gemilang. Kira-kira, adakah pemain top lainnya yang akan diboyong Juventus secara cuma-cuma?

Kategori
Berita Bola

Klub Liga Eropa yang Tidak Terkalahkan

Klub Liga Eropa yang Tidak Terkalahkan

Klub Liga Eropa yang Tidak Terkalahkan, – Dari sejumlah kompetisi domestik di Eropa yang baru bergulir, terdapat beberapa klub yang mampu mencatatkan hasil bagus. Mereka belum pernah menelan pil pahit kekalahan.

Pencapaian 40 lebih pertandingan tanpa kalah sekali pun merupakan hal yang sangat jarang. Namun, bukan berarti hal itu merupakan hal yang mustahil terulang.

Dikutip laman http://poker88asia.info, Berikut ini adalah lima tim yang pernah meraih capaian 40 lebih pertandingan tidak terkalahkan di liga-liga Eropa.

1. FC Porto musim 2010/2011: 46 pertandingan

Banyak orang yang mengatakan bahwa FC Porto di bawah asuhan Jose Mourinho adalah yang terbaik karena berhasil memenangkan Liga Champions musim 2003/2004. Namun, Porto di bawah arahan pelatih muda Andre Villas-Boas mampu mencatatkan rekor tidak terkalahkan di Liga Portugal pada musim 2010/2011.

Bahkan, rekor tak terkalahkan tersebut berlanjut ke 16 pertandingan musim 2011/2012. Mengandalkan Hulk dan Radamel Falcao di lini depan, Porto mendominasi Liga Portugal dan Liga Europa pada musim 2010/2011.

Skuad inti FC Porto musim 2010/2011, antara lain kiper: Helton; bek: Cristian Ionut Sapunaru, Alvaro Pereira, Rolando, Maicon Pereira Roque; tengah: Joao Moutinho, Silvestre Varela, Daniel Belluschi, Fernando Reges; depan: Hulk, Radamel Falcao.

2. Arsenal musim 2003/2004: 47 pertandingan

Setelah melewati musim 2002/2003 yang mengecewakan dengan hanya duduk di peringkat kedua, Arsenal menggila pada musim berikutnya. Manajer Arsenal pada masa tersebut, Arsene Wenger, memutuskan untuk tidak belanja besar pada jendela transfer dan memercayakan tim pada skuad musim sebelumnya.

Hasilnya adalah invincible. Arsenal berhasil memenangkan Premier League tanpa tersentuh kekalahan sekali pun (26 menang 12 imbang). Penyerang andalan Arsenal, Thierry Henry, berhasil menjadi top skor dengan torehan 30 gol.

Skuad inti Arsenal musim 2003/2004, antara lain kiper: Jens Lehmann; bek: Lauren Etame Mayer, Kolo Toure, Sol Campbell, Ashley Cole; tengah: Frederick Ljungberg, Patrick Vieira, Gilberto Silva, Robert Pires; penyerang: Thierry Henry, Dennis Bergkamp.

3. Ajax Amsterdam musim 1994/1995: 48 pertandingan

Di bawah asuhan Louis van Gaal, Ajax menjelma raksasa Belanda dan Eropa. Mulai melatih pada 1991, van Gaal baru bisa membawa Ajax merajai Eredivisie pada musim 1993/1994.

Lebih hebatnya lagi, setahun setelahnya, Ajax mencatat pencapaian sensasional dengan memenangkan Eredivisie tanpa kalah sekali pun (27 menang 7 seri). Mengandalkan Patrick Kluivert dan Jari Litmanen sebagai ujung tombak, Ajax berhasil memenangkan Eredivisie dan Liga Champions pada musim 1994/1995.

Skuad inti Ajax musim 1994/1995, antara lain kiper: Edwin van der Sar; bek: Danny Blind, Frank de Boer, Michael Reiziger, Frank Rijkaard; tengah: Ronald de Boer, Clarence Seedorf, Edgar Davids; penyerang: Patrick Kluivert, Jari Litmanen, Marc Overmars.

4. Celtic FC musim 2016/2017: 56 pertandingan

Di bawah asuhan Brendan Rodgers, Celtic menjelma raksasa Skotlandia yang tidak terkalahkan dalam 56 pertandingan beruntun. Bahkan, pada musim 2016/2017 dan 2017/2018, Celtic menang 58 kali, 14 kali imbang, dan 4 kalah. Sayangnya, Celtic tidak dapat berbicara banyak di ajang Liga Champions setelah tersingkir di babak penyisihan grup pada musim tersebut.

Skuad inti Celtic FC 2016/2017, antara lain kiper: Craig Gordon; bek: Jozo Simunovic, Dedryck Boyata, Cristian Gamboa, Kieran Tierney; tengah: Scott Brown, Scott Sinclair, Stuart Armstrong, Callum McGregor, Patrick Roberts; penyerang: Moussa Dembele.

5. AC Milan musim 1991/1992: 58 pertandingan

Kehadiran tiga pemain terbaik Belanda, Marco van Basten, Frank Rijkaard, dan Ruud Gullit, memang benar-benar membuat AC Milan menjadi tim yang sangat menakutkan, bukan hanya di Serie A, melainkan juga di Eropa.

Ditambah dengan racikan Fabio Capello sebagai pelatih, AC Milan meraih capaian 58 pertandingan tak terkalahkan di Serie A. Dengan pencapaian tersebut, AC Milan berhasil mengunci scudetto pada musim 1991/1992 dan 1992/1993.

Skuad inti AC Milan pada masa tersebut, antara lain kiper: Sebastiano Rossi; bek: Paolo Maldini, Franco Baresi, Alessandro Costacurta, Mauro Tassotti, tengah: Carlo Ancelotti, Frank Rijkaard, Demetrio Albertini, Roberto Donadoni; penyerang: Ruud Gullit, Marco van Basten.

Saat ini, AC Milan masih menjadi tim di Eropa yang belum terkalahkan dengan raihan 17 pertandingan tanpa kalah di Serie A. Total di seluruh kompetisi yang diikuti, AC Milan sudah mengantongi 23 pertandingan tanpa kalah sekali pun. Akankah rekor invincible di 40 lebih pertandingan dapat kembali terulang pada musim ini?

Kategori
Berita Bola

Barcelona Segera Pangkas Gaji Pemain Termasuk Messi

Barcelona Segera Pangkas Gaji Pemain Termasuk Messi

Barcelona Segera Pangkas Gaji Pemain Termasuk Messi, – Para pemain Barcelona akan menerima pengurangan gaji akibat pandemi covid-19. Bahkan mega bintang Barcelona, Lionel Messi juga tak luput dari pengurangan gaji. Barcelona wajib ‘menyunat’ gaji para pemainnya atau menghadapi ancaman bangkrut pada Januari 2021.

Dikutip dari laman http://downloadjoker123.org, Barca yang setiap tahunnya bisa meraih pendapatan dari tiket pertandingan hingga merchandise tim harus gigit jari.

1. El Barca diperkirakan bangkrut pada Januari 2021

Pendapatan Barcelona menurun hingga 300 juta euro akibat pandemi COVID-19. El Barca pun terancam mengalami kebangkrutan jika tidak segera mencari solusi dari masalah ini. Barca diperkirakan bakal gulung tikar pada Januari 2021 mendatang. Hal ini tentu saja tidak mengenakan untuk klub sebesar Barcelona.

Presiden klub sementara yakni Carles Tusquets harus berpikir keras untuk menyehatkan finansial klub. Salah satu solusi yang bisa menyelamatkan El Barca dari masalah ini adalah dengan pemangkasan gaji pemain.

2. Pangkas gaji pemain besar-besaran

Demi selamatkan finansial klub, manajemen Barca berencana untuk memotong gaji para pemainnya. Langkah ini tampaknya wajib mereka lakukan, setidaknya gaji pemain harus dipotong hingga 190 juta euro atau sekitar Rp 3,2 triliun.

Saat ini mereka sedang gencar bernegosiasi dengan para pemain. Pasalnya 5 November nanti menjadi penentu mereka akan ‘kolaps’ atau masih bisa menghela napas. Langkah ini bukannya tanpa hambatan, karena mayoritas pemain menolak rencana tersebut.

3. Tak ada kata ‘istimewa’ untuk Lionel Messi

Barcelona berencana memangkas gaji semua pemainnya tak terkecuali Lionel Messi. Berlabel pemain terbaik dunia serta menjadi kapten, Messi dipastikan tak mendapat keistimewaan.

“Kami tidak bisa membuat kesepakatan ini hanya untuk [Messi]. Kami bisa saja membuat perbedaan terkait kebijakan ini, tetapi kami tidak akan membuat kesepakatan hanya untuk individu tertentu.” ungkap Carles Tusquets.

Kondisi saat ini tentu menguji kesetiaan Messi yang kontraknya tersisa hingga Juni 2021 nanti. La Pulga sendiri saat ini mendapat bayaran tertinggi di skuat Barca.

4. Performa Blaugrana sedang tidak sehat

Kondisi finansial bukanlah satu-satunya masalah yang dihadapi Barcelona saat ini. Performa Messi dan kolega di atas lapangan juga sedang tidak baik-baik saja. Di kompetisi LaLiga, El Barca berada di urutan 12 dengan 8 poin dari 6 pertandingan.

Mereka hanya mampu meraih dua kemenangan dan dua imbang serta dua kekalahan termasuk di laga El Classico melawan Real Madrid. Jika tak segera mencari solusi, anak asuh Ronald Koeman mungkin saja akan mengakhiri musim tanpa gelar.

5. Bartomeu baru saja mundur dari jabatannya

Belum lama ini presiden Barcelona yakni Josep Maria Bartomeu memutuskan mundur dari jabatannya. Kondisi ini tentu saja memperparah kondisi internal tim Barca. Keputusan tersebut tak terlepas dari desakan berbagai pihak termasuk dari beberapa pemain. Saat ini Carles Tusquets didapuk sebagai presiden sementara. Mereka berencana untuk menentukan presiden anyar sebelum akhir tahun ini.

***

Dengan kondisi yang dihadapi saat ini, Barcelona juga tak akan bergeliat mendatangkan pemain baru pada bursa transfer Januari 2021 mendatang. Akankah kondisi finansial akan kembali pulih? Atau justru keperkasaan Barca akan berakhir? Patut ditunggu!

Kategori
Berita Bola

Pemain Serie A dengan Gaji Tertinggi di Musim Ini

Pemain Serie A dengan Gaji Tertinggi di Musim Ini

Pemain Serie A dengan Gaji Tertinggi di Musim Ini, – Di barisan pemain, Cristiano Ronaldo menjadi pemain dengan bayaran termahal di musim ini. Ia memiliki nominal gaji yang terpaut jauh dari para pemain Serie A lainnya. Termasuk Ronaldo, siapa sajakah pemain Serie A dengan gaji tertinggi di musim 2020/21?

Dilansir https://maxbetresmi.com, Sebagaimana diketahui, Ronaldo direkrut oleh Juve pada bursa transfer musim panas 2018. Kala itu Ronaldo dikontrak Juve selama empat tahun dan bakal menerima gaji sebesar 31 juta euro atau sekira Rp480 miliar per tahunnya. Hingga saat ini, belum ada pemain lain di Liga Italia yang memiliki kontrak gaji melebihi Ronaldo.

1. Cristiano Ronaldo – 31 juta euro per tahun

Cristiano Ronaldo merajai dalam jajaran pemain Serie A dengan gaji tertinggi di musim 2020/21. Mega bintang asal Portugal milik Juventus tersebut dibayar 31 juta euro per tahun. Di usianya yang sudah menginjak 35 tahun, ia masih tampil cukup apik di lini depan La Vecchia Signora. Ronaldo masih memiliki kontrak hingga Juni 2022.

2. Matthijs de Ligt – 8 juta euro per tahun

Rekan satu tim Ronaldo, yakni Matthijs de Ligt, menduduki posisi dua. Terpaut jauh dari CR7, ia menerima bayaran sebesar 8 juta euro per tahun. de Ligt juga tampil cukup apik sebagai seorang bek tengah. Terlebih usianya baru menginjak 23 tahun. Pemain asal Belanda tersebut dikontrak oleh Juventus hingga Juni 2024.

3. Romelu Lukaku – 7,5 juta euro per tahun

Romelu Lukaku bisa dibilang sebagai salah satu striker terbaik di Serie A bahkan di dunia saat ini. Hal itu membuat ia juga memiliki gaji yang cukup mahal. Penyerang milik Inter Milan tersebut digaji 7,5 juta euro per tahun. Lukaku benar-benar tampil impresif di lini depan Inter. Pemain berusia 27 tahun asal Belgia tersebut dikontrak hingga Juni 2024.

4. Christian Eriksen – 7,5 juta euro per tahun

Christian Eriksen juga merupakan salah satu punggawa Inter Milan. Ia menerima bayaran yang sama dengan Lukaku, yakni 7,5 juta euro. Pemain asal Denmark tersebut juga tampil cukup apik sebagai seorang gelandang serang. Eriksen masih memiliki masa bakti dengan Inter hingga Juni 2024.

5. Edin Dzeko – 7,5 juta euro per tahun

Edin Dzeko masuk lima besar dalam daftar pemain Serie A dengan gaji tertinggi di musim 2020/21. Striker andalan AS Roma tersebut menerima bayaran sebesar 7,5 juta euro per tahun. Kualitasnya di depan gawang lawan sudah tidak diragukan lagi. Penyerang berdarah Bosnia-Herzegovina tersebut terikat kontrak hingga Juni 2022.

6. Paulo Dybala – 7,3 juta euro per tahun

Paulo Dybala merupakan rekan duet Cristiano Ronaldo di lini depan Juventus. Ia juga memiliki kualitas yang tak kalah apik dari pemain Serie A sebelumnya. Pemain berdarah Argentina tersebut memiliki gaji sebesar 7,3 juta euro per tahun. Kontraknya bersama Juventus masih tersisa hingga Juni 2022.

7. Zlatan Ibrahimovic – 7 juta euro per tahun

Striker gaet, Zlatan Ibrahimovic, juga menjadi salah satu pemain yang tampil impresif di Serie A. Meski sudah berusia 39 tahun, ia masih tetap tampil garang di lini depan AC Milan. Ibra menerima bayaran sebesar 7 juta euro per tahun. Penyerang asal Swedia tersebut memiliki kontrak hingga Juni 2021.

8. Aaron Ramsey – 7 juta euro per tahun

Di posisi delapan terdapat nama Aaron Ramsey. Pemain berposisi gelandang tengah milik Juventus tersebut memiliki gaji senilai 7 juta euro per tahun. Ia menjadi salah satu gelandang terbaik yang berkarier di Serie A saat ini. Ramsey memiliki masa bakti dengan Juventus hingga Juni 2023.

9. Adrien Rabiot – 7 juta euro per tahun

Tak hanya Aaron Ramsey, Juventus juga memiliki Adrien Rabiot sebagai salah satu gelandang andalan saat ini. Pemain asal Prancis tersebut juga memiliki gaji yang sama dengan Ramsey, yakni sebesar 7 juta euro per tahun. Ia akan terus berjubah Juventus hingga Juni 2023.

10. Alexis Sanchez – 7 juta euro per tahun

Alexis Sanchez melengkapi sepuluh besar dalam jajaran pemain Serie A dengan gaji tertinggi di musim 2020/21. Striker asal Chile milik Inter Milan tersebut menerima bayaran sebesar 7 juta euro per tahun. Sanchez berhasil mendapatkan kembali kepercayaan dari sang pelatih, Antonio Conte di musim ini. Kontraknya di Giuseppe Meazza baru akan berakhir pada Juni 2023.

***

Tentunya, bayaran yang diterima oleh kesepuluh pemain Serie A di atas sudah dipertimbangkan matang-matang oleh pihak manajemen tim. Mampukah mereka tampil impresif di musim ini?

Kategori
Berita Bola

Kiper Ini Pernah Raih Golden Glove Premier League

Kiper Ini Pernah Raih Golden Glove Premier League

Kiper Ini Pernah Raih Golden Glove Premier League, – Dalam permainan sepak bola peran kiper tak bisa dianggap remah. Ia memiliki peran mencegah pemain lawan mencetak gol dan menjadi benteng terakhir pertahanan.

Hampir di setiap musimnya, muncul kiper yang penampilannya mencuri perhatian. Bagi kiper yang catatkan clean sheet terbanyak dalam satu musim, mereka berhak meraih Golden Glove Premier League.

Diadakan sejak musim 2004/2005, sudah ada sembilan kiper yang menyabet penghargaan ini. Siapa saja mereka? Berikut daftar kiper yang pernah meraih Golden Glove Premier League.

1. Petr Cech

Mengutip http://downloadjoker123.org, Salah satu kiper yang pernah meraih Golden Glove Premier League hingga empat kali ada Petr Cech. Kiper asal Republik Ceko ini meraih Golden Glove Premier League saat membela Chelsea dan Arsenal. Cech menjadi kiper pertama yang raih penghargaan ini pada musim 2004/2005 dengan torehan 24 clean sheet. Setelah itu, ia juga meraihnya pada 2009/2010 dengan 17 clean sheet, 2013/2014 dengan 16 clean sheet dan terakhir pada 2015/2016 dengan 16 clean sheet saat membela Arsenal.

2. Joe Hart

Joe Hart juga menjadi kiper yang pernah meraih empat kali Golden Glove Premier League. Sama seperti Cech, kiper Inggris ini juga meraihnya bersama satu tim yakni Manchester City. Tepatnya pada musim 2010/2011 dengan 18 clean sheet, 2011/2012 dengan 17 clean sheet, 2012/2013 dengan 18 clean sheet serta 2014/2015 dengan 14 clean sheet. Sempat membela beberapa klub, saat ini ia berseragam Tottenham Hotspur.

3. Pepe Reina

Pepe Reina menjadi salah satu kiper asal Spanyol yang raih Golden Glove Premier League lebih dari satu kali. Reina mencatatkan clean sheet terbanyak dalam satu musim Premier League saat membela Liverpool. Kiper yang membela cukup banyak klub ini menjadi meraih Golden Glove Premier League dalam tiga musim beruntun. Tepatnya pada musim 2005/2006 hingga 2007/2008 dengan jumlah clean sheet berturut-turut yaitu 20, 19 dan 18.

4. Edwin van der Sar

Setelah diraih Cech dan Reina, giliran Edwin van der Sar yang raih Golden Glove Premier League pada musim berikutnya. Kiper berkebangsaan Belanda ini meraih penghargaan tersebut pada musim 2008/2009. Saat itu kiper yang pensiun pada tahun 2011 ini berhasil menorehkan 21 clean sheet saat menjaga gawang Manchester United. Kehebatan van der Sar saat masih aktif bermain tentu saja tak perlu diragukan lagi.

5. Wojciech Szczesny

Selain Petr Cech, pemain lainnya yang meraih Golden Glove Premier League pada musim 2013/2014 ada Wojciech Szczesny. Saat itu kiper asal Polandia ini membela Arsenal dan mencatatkan jumlah clean sheet yang sama dengan Cech yakni 16 clean sheet. Sempat menjadi andalan The Gunners dalam beberapa musim, Szczesny memutuskan hengkang ke Juventus dan bertahan hingga saat ini.

6. Thibaut Courtois

Pada musim 2016/2017, kiper yang diandalkan Chelsea kembali merajai daftar clean sheet Premier League. Kiper yang dimaksud yaitu Thibaut Courtois yang raih Golden Glove Premier League pertama bersama The Blues. Saat itu kiper asal Belgia ini sukses menorehkan 16 clean sheet dalam satu musim Premier League. Tampil mengesankan bersama klub London tersebut membuatnya direkrut klub elite Real Madrid pada musim 2018/2019.

7. David de Gea

Tak hanya Edwin van der Sar, kiper lain yang sukses raih Golden Glove Premier League saat membela Manchester United ada David de Gea. Tepatnya pada musim 2017/2018, dimana kiper asal Spanyol ini berhasil mencatatkan 18 clean sheet dalam satu musim. Sempat diragukan penampilannya bersama United akhir-akhir ini, de Gea masih bertahan sebagai kiper yang diandalkan Setan merah hingga saat ini.

8. Alisson Becker

Setelah cukup lama, Liverpool kembali memiliki kiper yang sukses raih Golden Glove Premier League. Kiper tersebut yaitu Alisson Becker yang sukses meraih Golden Glove Premier League sebanyak satu kali. Pemain berkebangsaan Brasil ini meraih penghargaan tersebut pada musim 2018/2019 dengan raihan 21 clean sheet dalam semusim. Dengan usianya yang relatif cukup muda untuk seorang kiper, bukan tidak mungkin ia akan meraih Golden Glove Premier League kembali.

9. Ederson Moraes

Kiper terbaru yang raih Golden Glove Premier League adalah Ederson Moraes. Pemain berusia 27 tahun tersebut sukses meraihnya pada musim 2019/2020 lalu bersama Manchester City. Pada musim tersebut, Ederson sukses mencatatkan 16 clean sheet. Sama seperti Alisson, kiper yang satu ini juga berasal dari Brasil. Ia juga masih menjadi andalan di bawah mistar gawang The Cityzens.

***

Para kiper tersebut tentu saja memiliki kualitas yang luar biasa hingga bisa menjaga gawang dalam satu pertandingan Premier League yang dikenal cukup sengit. Siapa sosok kiper favoritmu yang pernah bermain di Premier League?

Kategori
Berita Bola

Jadwal Liga Champions Pekan Ini

Jadwal Liga Champions Pekan Ini

Jadwal Liga Champions Pekan Ini, – Liga Champions kembali menggelar pertandingan tengah pekan ini, tepatnya pada 28 dan 29 Oktober 2020 WIB. Sebanyak 16 pertandingan akan dilangsungkan dan juga satu di antaranya masuk kategori super big match.

Pekan ini tentunya tak akan kalah seru banding laga sebelumnya. Terbukti semua tim berpotensi meraih kemenangan, terlepas mereka unggulan atau tidak. Real Madrid dan Paris Saint-Germain (PSG) saja jadi korban kekalahan pada pekan perdana Liga Champions yang penuh kejutan ini.

Melansir https://maxbetresmi.com, Duel antara dua klub yang punya modal bagus dari pekan perdana Grup A, yakni Lokomotiv Moscow dengan Bayern Munich akan saling jegal untuk bisa merebut tiga poin. Die Rotten yang menang telak atas Atletico Madrid pekan lalu juga lebih diunggulkan dalam laga yang bakal digelar Rabu.

1. Real Madrid mencoba bangkit saat bersua Shakhtar Donetsk

Grup B bakal menyajikan pertandingan yang tak kalah seru, Shakhtar Donetsk yang pekan lalu berhasil mengejutkan publik dengan menumbangkan tim besar Real Madrid, kembali bakal diuji konsistensinya oleh Inter Milan pada waktu yang sama dengan laga Bayern vs Lokomotiv.

Baru setelah laga tersebut berlangsung, bakal ada enam pertandingan yang dilangsungkan pada waktu bersamaan, tepatnya pada pukul 03.00 WIB, salah satunya duel tim pesakitan Atletico Madrid melawan RB Salzburg.

2. Manchester United incar kemenangan kedua pada Liga Champions 2020/2021

Keesokan harinya, pada Kamis, bakal ada delapan pertandingan yang sangat menarik dan juga sulit untuk ditinggalkan. Juventus bakal berhadapan dengan lawan berat, Barcelona juga pada laga keduanya pada Grup G Liga Champions musim ini. Mereka tentu tak akan mau kehilangan muka dalam kandang sendiri pada laga big match tersebut.

Manchester United yang berada pada Grup H bakal kembali berburu kemenangan keduanya. Tim besutan Ole Gunnar Solskjaer ini juga menantang tamu yang berstatus sebagai kuda hitam, RB Leipzig pada Stadion Old Trafford.

3. Jadwal lengkap Liga Champions 2020/2021 match day kedua

Jadwal lengkap Liga Champions 2020/2021 match day kedua

Rabu

00.55 WIB – Lokomotiv Moskow vs Bayern Munich
00.55 WIB – Shakhtar Donetsk vs Inter Milan
03.00 WIB – Marseille vs Manchester City
03.00 WIB – Liverpool vs Midtjylland
03.00 WIB – Monchengladbach vs Real Madrid
03.00 WIB – Atletico Madrid vs RB Salzburg
03.00 WIB – FC Porto vs Olympiakos
03.00 WIB – Atalanta vs Ajax Amsterdam

Kamis

00.55 WIB – Krasnodar vs Chelsea
00.55 WIB – Istanbul Basaksehir vs PSG
03.00 WIB – Ferencvaros vs Dinamo Kiev
03.00 WIB – Juventus vs Barcelona
03.00 WIB – Club Brugge vs Lazio
03.00 WIB – Manchester United vs RB Leipzig
03.00 WIB – Borussia Dortmund vs Zenit St Petersburg
03.00 WIB – Sevilla vs Rennes

***

Pertandingan Liga Champions mana yang kira-kira bakal berjalan seru?