Kategori
Berita Bola

Pencetak Gol Tercepat dalam Sejarah Premier League

Pencetak Gol Tercepat dalam Sejarah Premier League

Pencetak Gol Tercepat dalam Sejarah Premier League, – Lapangan hijau tak pernah kehabisan cerita. Penonton disuguhi berbagai atraksi dari para pengolah si kulit bundar. Begitu pula yang tersaji di pentas Premier League.

Gol-gol indah, umpan brilian, hingga tekel-tekel jitu, serta terkadang aksi kontroversial menjadi bumbu tersendiri di lapangan hijau. Terdapat beberapa pemain lainnya yang juga berhasil mencetak gol di Premier League saat pertandingan baru berjalan beberapa detik.

Daripada kalian penasaran, berikut kami sajikan pencetak gol tercepat dalam sejarah Premier League.

1. Shane Long – 07,69 detik

Dilansir http://downloadjoker123.org, Shane Long sukses menorehkan gol hanya dalam waktu 07,69 detik saat Southampton bertandang ke markas Watford pada 24 April 2019. Laga itu menjadi laga pekan ke-35 Premier League musim 2018/19.

Namun, gol mengejutkan pemain berposisi striker tersebut tak mampu membawa Southampton memetik kemenangan usai laga berakhir imbang dengan skor 1-1. Saat ini, Long masih aktif membela The Saints dengan durasi kontrak hingga Juni 2022.

2. Ledley King – 09,82 detik

Gol tercepat ke-dua diciptakan oleh bek Tottenham Hotspur, Ledley King. Ia berhasil mencetak gol saat laga baru berjalan 09,82 detik.

Gol itu tercipta saat Tottenham Hotspur datang ke markas Bradford di laga pekan ke-16 Premier League musim 2000/01, tepatnya pada 9 Desember 2000.

Sayangnya, satu gol fantastis King di laga tersebut tak mampu mengantarkan Spurs meraih kemenangan usai ditahan imbang dengan skor 3-3. Ledley King pensiun dari dunia sepak bola pada Juli 2012.

3. Alan Shearer – 10,52 detik

Striker legendaris Inggris dan Newcastle United, yakni Alan Shearer, tercatat juga pernah mencetak gol dalam waktu yang sangat singkat.

Ia berhasil membobol gawang lawan ketika pertandingan baru berjalan 10,52 detik. Saat itu, tepatnya 18 Januari 2003, Newcastle menjamu Manchester City di laga pekan ke-24 Premier League musim 2002/03.

Satu gol memukau Shearer berhasil membawa timnya menang dengan skor akhir 2-0. Sang legenda, memutuskan pensiun sebagai seorang pesepak bola pada Juli 2006.

4. Christian Eriksen – 10,54 detik

Pencetak gol tercepat Premier League ke-empat dipegang oleh pemain yang saat ini membela Inter Milan, yakni Christian Eriksen. Saat itu Eriksen masih berseragam Tottenham Hotspur. Ia mampu mencetak gol hanya dalam waktu 10,54 detik.

Kala itu, tepatnya pada 1 Februari 2018, Spurs berduel dengan Manchester United di laga pekan ke-25 Premier League musim 2017/18. Berkat satu gol cepat Eriksen, Spurs juga berhasil mengalahkan United dengan skor akhir 2-0.

5. Mark Viduka – 11,90 detik

Selanjutnya terdapat nama Mark Viduka, striker berdarah Australia. Saat itu Viduka yang tengah membela Leeds, berhasil mengejutkan publik melalui golnya yang tercipta dalam waktu 11,90 detik.

Gol itu terjadi pada 17 Maret 2001, saat timnya bertandang ke markas Charlton di laga pekan ke-29 Premier League musim 2000/01.

Satu gol Viduka di laga tersebut berandil besar mengantarkan Leeds memenangkan pertandingan dengan skor akhir 1-2. Mark Viduka sendiri gantung sepatu pada Juli 2009.

6. Dwight Yorke – 12,16 detik

Pencetak gol tercepat ke-enam ditempati oleh Dwight Yorke, striker milik Aston Villa saat itu. Yorke juga sukses mencetak gol hanya dalam waktu 12,16 detik.

Gol cepat Yorke tersebut tercipta pada 30 September 1995, saat Aston Villa bertanding di kandang Coventry dalam laga pekan ke-6 Premier League musim 1995/96.

Satu gol Yorke turut membantu timnya mencuri kemenangan dengan skor akhir 0-3. Pemain berdarah Trinidad-Tobago tersebut pensiun pada Juli 2009.

7. Chris Sutton – 12,94 detik

Chris Sutton menjadi pencetak gol tercepat Premier League ke-7. Ia merupakan pemain berdarah Inggris yang saat itu menjadi striker andalan Blackburn Rovers. Chris juga mampu mencetak gol saat laga baru berumur 12,94 detik.

Kala itu, tepatnya 1 April 1995, timnya bertandang ke markas Everton dalam laga pekan ke-31 Premier League musim 1994/95. Berkat sumbangan satu gol dari Chris, Blackburn Rovers juga berhasil menuai kemenangan dengan skor akhir 1-2. Chris Sutton akhirnya pensiun pada Juli 2007.

8. Kevin Nolan – 13,48 detik

Pencetak gol tercepat selanjutnya dicetak oleh Kevin Nolan, pemain berposisi gelandang serang yang saat itu membela Bolton. Nolan berhasil mengoyak jala lawan ketika pertandingan baru menginjak waktu 13,48 detik.

Waktu itu, Bolton bermain ke markas Blackburn Rovers pada 10 Januari 2004 dalam laga pekan ke-20 Premier League musim 2003/04. Di laga tersebut, Nolan juga mencetak dua gol yang berhasil membuat Bolton menang secara dramatis dengan skor akhir 3-4. Kevin Nolan juga memutuskan pensiun dari lapangan hijau pada Agustus 2018.

9. James Beattie – 13,52 detik

James Beattie menjadi pencetak gol tercepat ke-9 dalam sejarah Premier League. Striker yang saat itu membela Southampton tersebut, bahkan sukses mencetak gol cepat dalam waktu 13,52 detik.

Gol tersebut tercipta saat timnya berkunjung ke markas Chelsea di pekan ke-4 Premier League musim 2004/2005, pada 28 Agustus 2004.

Meski sempat membuat publik tuan tuan rumah tercengang dengan gol cepatnya, tetapi James Beattie juga mencetak satu gol bunuh diri di laga tersebut. Akibatnya, Southampton harus pulang dengan tangan hampa usai takluk dengan skor 2-1. Beattie sendiri pensiun pada Juli 2013.

10. Asmir Begovic – 13,64 detik

Melengkapi sepuluh besar sebagai pencetak gol tercepat Premier League, ditempati oleh Asmir Begovic.

Lain halnya dengan pemain sebelumnya, Begovic adalah seorang penjaga gawang. Saat itu, ia masih aktif membela Stoke City. Begovic berhasil membuat seisi stadion bergemuruh setelah berhasil mencetak gol saat laga baru berjalan 13,64 detik.

Hebatnya, gol itu ciptakan Begovic melalui tendangannya dari area penaltinya sendiri. Momen langka tersebut juga terjadi dalam laga Stoke City melawan Southampton pada pekan ke-10 Premier League musim 2013/14, pada 2 November 2013.

Sayangnya, laga tersebut harus berakhir imbang dengan skor akhir 1-1. Saat ini, Asmir Begovic berkarier bersama Bournemouth.

***

Sepuluh pemain atas, selain karena memiliki bakat hebat dunia sepak bola sepertinya juga keberuntungan saat menciptakan gol cepat tersebut. Kira-kira adakah pemain lain yang mampu melampaui catatan waktu tercepat mereka?

Kategori
Berita Bola

Pemain Termuda yang Dimainkan Zinedine Zidane

Pemain Termuda yang Dimainkan Zinedine Zidane

Pemain Termuda yang Dimainkan Zinedine Zidane, – Kembalinya Zinedine Zidane menduduki kursi kepelatihan Real Madrid sepertinya mengundang kebahagiaan lebih bagi beberapa pemain Los Blancos.

Pelatih dengan kepala pelontos tersebut lebih memanfaatkan pemain yang ada dan mengandalkan beberapa pemain muda. Tak heran jika ada beberapa pemain belasan tahun yang dimainkan Zidane selama tangani Madrid hingga kini.

Lantas siapa saja pemain termuda yang dimainkan Zinedine Zidane saat latih Real Madrid? Berikut ulasannya.

1. Martin Odegaard

Pemain termuda yang dimainkan Zinedine Zidane saat latih Real Madrid adalah Martin Odegaard. Di mana Odegaard dimainkan Zidane pada 23 Mei 2015. Dikutip http://ratutogel.com, Tepatnya pada laga antara Madrid menghadapi Getafe. Pada laga tersebut, Odegaard masih berusia 16 tahun, 5 bulan dan 6 hari.

Meskipun saat ini masih berstatus pemain El Real, Odegaard lebih banyak dipinjamkan. Namun pemain Norwegia ini mulai dipercaya Zinedine Zidane musim ini. Pada awal musim ini, ia telah mencatatkan 3 kali penampilan bersama tim utama Madrid.

2. Rodrygo

Pemain berikutnya yaitu Rodrygo yang saat ini juga kerap dimainkan Zinedine Zidane. Pemain yang direkrut dari Santos dengan harga mahal tersebut pertama kali dimainkan Zidane pada 25 September 2019. Saat itu Real Madrid menghadapi Ossasuna dalam lanjutan pekan 6 LaLiga.

Dalam pertandingan tersebut, penyerang sayap ini masih berusia 18 tahun, 8 bulan dan 16 hari. Hingga saat ini Rodrygo telah dimainkan Zidane dalam 28 pertandingan dengan catatan 7 gol dan 4 assist.

3. Achraf Hakimi

Achraf Hakimi juga menjadi salah satu pemain muda yang dimainkan Zinedine Zidane di Real Madrid. Pemain yang baru dijual ke Inter Milan pada awal musim panas lalu tersebut menjalani debut bersama El Real pada 1 Oktober 2017. Hakimi dipercaya tampil oleh Zidane dalam laga menghadapi Espanyol.

Saat menjalani laga tersebut, pemain asal Maroko ini masih berusia 18 tahun, 10 bulan dan 27 hari. Namun pada musim 2018/2019 dan 2019/2020 Hakimi dipinjamkan ke Borussia Dortmund. Pemain bek kiri tersebut hanya tampil dalam 17 laga bersama tim utama Madrid.

4. Sergio Arribas

Pada awal musim 2020/2021 ini Zinedine Zidane juga menampilkan beberapa pemain muda. Salah satunya yaitu Sergio Arribas yang merupakan produk akademi Castilla. Meskipun masih tergabung di tim muda El Real, Arribas diberi kesempatan tampil oleh Zidane bersama tim utama saat menghadapi Real Sociedad.

Pada pertandingan yang digelar 20 September 2020 tersebut, penyerang sayap ini masih berusia 18 tahun, 11 bulan dan 21 hari. Laga tersebut menjadi satu-satunya pertandingan sejauh ini yang dimainkan Arribas bersama tim utama Madrid.

5. Oscar Rodriguez

Pemain terakhir dalam daftar ini adalah Oscar Rodriguez yang dimainkan pertama kali oleh Zinedine Zidane pada 28 November 2017. Produk akademi Castilla ini menjalani debut di tim utama saat menghadapi Fuenla di Copa Del Rey. Dalam laga tersebut, Oscar masih berusia 19 tahun dan 5 bulan.

Pertandingan tersebut menjadi satu-satunya kesempatan yang didapat gelandang serang ini bersama tim utama Real Madrid. Pemain berkebangsaan Spanyol ini resmi dilepas ke Sevilla pada awal musim ini setelah sebelumnya dipinjamkan ke Leganes selama dua musim.

Meskipun memiliki potensi yang cukup baik hingga diberi kesempatan, beberapa pemain tersebut tak bertahan lama di bawah asuhan Zinedine Zidane. Siapa pemain muda terbaik yang tampil di bawah asuhan Zinedine Zidane saat ini?

Kategori
Berita Bola

Piala Dunia U-20 Pastikan Tanpa Opening dan Closing Ceremony

Piala Dunia U-20 Pastikan Tanpa Opening dan Closing Ceremony

Piala Dunia U-20 Pastikan Tanpa Opening dan Closing Ceremony, – Ketua penyelenggara Piala Dunia U-20 (INAFOC), Zainudin Amali, mengatakan bahwa hajatan Piala Dunia U-20 tahun depan dipastikan tak akan menggunakan opening dan closing ceremony yang meriah.

“Standar yang telah ditetapkan oleh FIFA, bahwa untuk upacara gebyar opening dan closing ceremony ditiadakan. Sehingga kita tak akan ada acara yang biasa didengar dan semeriah seperti Asian Games 2018,” kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy dalam konferensi pers usai rapat terbatas melalui channel YouTube Sekretariat Presiden, Selasa.

1. Pembukaan Piala Dunia U-20 hanya akan ada sambutan dari pemerintah dan FIFA

Dilansir https://bobsledsong.com, Hal serupa juga diungkapkan oleh Ketua penyelenggara Piala Dunia U-20 (INAFOC), sekaligus Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali.

Menurut dia, Pesta sepak bola kategori usia U-20 ini hanya bakal dibuka oleh sambutan dari pemerintah Indonesia selaku tuan rumah dan FIFA.

“Dari FIFA sendiri pembukaan itu dimaknai dengan pertandingan hari pertama. Maka untuk memulai itu [Piala Dunia U-20], kita hanya diberikan alokasi waktu terbatas untuk sambutan dari pemerintah dan FIFA sekitar lima sampai delapan menit,” ujar Zainudin.

“Memang kebiasaan untuk ajang U-20, pembukaan itu adalah dalam laga pertama. Terakhir presiden yang memutuskan, jika begitu itu karena arahan FIFA,” lanjut dia.

2. Zainudin Amali sebut persiapan penyelenggaraan masih sesuai koridor

Terkait persiapan penyelenggaraan, termasuk dalam urusan infrastruktur dan perkembangan Timnas U-19, Zainudin pun mengungkapkan jika semuanya masih dalam koridor yang siap. Dia pun memberikan laporan terbaru mengenai stadion utama dan stadion pendukung di enam kota yang telah ditunjuk pada rapat sebelumnya.

Hanya saja, keputusan akhir layak atau tidaknya lapangan tersebut digunakan sebagai venue pertandingan merupakan wewenang FIFA. Pemerintah hanya melakukan perbaikan demi perbaikan venue pertandingan sesuai dengan standar dari federasi sepak bola dunia tersebut.

“Tinggal kita nanti menunggu kelayakan lapangan pertandingan dari FIFA,” beber politisi Partai Golkar tersebut.

3. Timnas U-19 sedang melakukan persiapan di Kroasia

Sebelumnya, Presiden Joko “Jokowi” Widodo menggelar rapat terbatas untuk membahas persiapan Piala Dunia U-20 yang akan diselenggarakan di Indonesia pada tahun 2021 mendatang.

Dalam ratas tersebut, Jokowi juga menanyakan kepada Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Mengenai perkembangan Timnas U-19 yang tengah menjalani pemusatan latihan di Kroasia.

“Saya juga ingin mendapatkan laporan dari PSSI mengenai kesiapan Timnas yang akan berlaga dalam Piala Dunia U-20,” kata Jokowi.

Sejauh ini, tim besutan Shin Tae-yong telah menyelesaikan 10 laga uji coba selama melakukan pemusatan latihan di kampung halaman Luka Modric itu.

4. Jokowi yakinkan semua pihak jika Indonesia aman menggelar Piala Dunia U-20

Jokowi sendiri secara tersirat menunjukkan jika pemerintah begitu serius dalam menyiapkan gelaran Piala Dunia U-20 di Indonesia tahun depan.

Walau Indonesia kini masih dalam kondisi yang belum menentu lantaran pandemik COVID-19. Pria asal Solo itu ingin menyampaikan kepada semua pihak bahwa Indonesia aman untuk menjadi tuan rumah.

“Yang paling penting kita harus meyakinkan bahwa Indonesia telah mempersiapkan protokol kesehatan yang ketat. Sehingga sangat aman untuk dikunjungi dan dijadikan tempat untuk penyelenggaraan U-20 2021,” tukas Jokowi.

Kategori
Berita Bola

Pemain Buangan Real Madrid Mampu Bersinar di Klub Lain

Pemain Buangan Real Madrid Mampu Bersinar di Klub Lain

Pemain Buangan Real Madrid Mampu Bersinar di Klub Lain, – Memperkuat tim sebesar Real Madrid bukanlah pekerjaan mudah. Seorang pesepak bola dituntut untuk selalu konsisten memberikan penampilan terbaiknya.

Nama-nama seperti Karim Benzema, Cristiano Ronaldo, dan Sergio Ramos menjadi beberapa pemain yang terlihat seperti dilahirkan untuk bermain bersama Real Madrid dan menikmati puncak kariernya di Santiago Bernabeu.

Dikutip http://ratutogel.com, Uniknya, setelah meninggalkan Los Blancos, para pemain tersebut justru menikmati kesuksesan yang luar biasa. Siapa saja pemain tersebut? Berikut ulasannya.

Arjen Robben

Cepat dan memiliki insting gol yang baik merupakan hal yang identik dengan Arjen Robben. Pemain asal Belanda ini bisa dibilang sebagai salah satu penyerang sayap terbaik dalam dua dekade terakhir. Namun, tidak demikian saat ia membela Real Madrid.

Nama Robben mulai dikenal ketika memilih pindah ke Chelsea pada 2004 setelah membela PSV Eindhoven. Mampu tampil cemerlang bersama The Blues, ia kemudian direkrut oleh Real Madrid pada 2007 dengan harga 35 juta euro.

Sama seperti Sneijder, Robben juga hanya bertahan selama dua musim, sebelum memilih pindah ke Bayern Munchen dengan biaya 25 juta euro.

Di Bayern, ia menjadi rekan duet yang menjanjikan di sisi sayap bersama Franck Ribery. Bahkan tidak sedikit yang menyebut mereka berdua sebagai duo sayap terbaik di dunia.

Juan Mata

Juan Mata memulai kariernya di Real Oviedo sebelum akhirnya bergabung dengan akademi Real Madrid pada tahun 2003. Saat itu, ia menghabiskan satu musim di Divisi Segunda bersama Real Madrid Castilla.

Tetapi, Mata memilih untuk meninggalkan klub pada tahun 2007 dengan bergabung bersama Valencia. Bersama klub yang bermarkas di Stadion Mestalla itu, ia menjelma menjadi pemain hebat dan diincar banyak tim.

Alhasil, pemain asal Spanyol itu diboyong oleh Chelsea dengan harga 27 juta euro pada 2011. Kariernya bersama Chelsea semakin menanjak, di mana ia berhasil memenangi Liga Eropa dan Liga Champions.

Pemain berusia 32 tahun ini kemudian bergabung dengan Manchester United pada 2014 dengan biaya 45 juta euro. Meski kini tak lagi menjadi pemain inti di United, Mata merupakan salah satu gelandang yang kreatif dan mampu bermain di berbagai posisi.

Samuel Eto’o

Samuel Eto’o merupakan salah satu penyerang terbaik di eranya dan bisa dibilang sebagai pemain terbaik asal Afrika. Namun, semua kehebatannya itu tampak tidak berlaku di Real Madrid.

Ia bergabung dengan klub Spanyol itu pada 1996 saat usianya masih 16 tahun. Eto’o hanya membuattujuh pertandingan bersama Real Madrid dan tak membukukan satu gol pun.

Ia kemudian dijual ke Mallorca pada Januari tahun 2000 dan membuat performa yang apik sehingga Barcelona meminangnya pada tahun 2004.

Ia dengan cepat menjadi pencetak gol yang konsisten baik bersama Barca maupun Inter Milan. Eto’o juga berhasil memenangi dua kali treble winner dengan dua klub tersebut.

Ia lalu bermain untuk beberap klub terkenal seperti Anzhi Makhachkala, Chelsea, Everton dan Sampdoria sebelum pensiun pada 2019 setelah membela Qatar SC.

Fabinho

Fabinho merupakan produk akademi klub Brasil, Fluminense. Ia bergabung bersama Real Madrid pada tahun 2012 dengan status pinjaman dari Rio Ave dan bermain untuk tim Castilla.

Fabinho hanya membuat satu kali penampilan bersama tim senior Real Madrid di LaLiga saat melawan Malaga. Hal itu belum cukup membuat ia dikontrak sebagai pemain permanen.

Pemain berusia 26 tahun itu kemudian melanjutkan kariernya bersama AS Monaco dengan status pinjaman, sebelum akhirnya dipermanenkan. Ia secara total telah mencatatkan 250 pertandingan bersama klub Prancis tersebut.

Performanya bersama Monaco membuat raksasa Inggris, Liverpool merekrutnya pada tahun 2018 dengan biaya 45 juta euro. Selama dua musim membela Liverpool, Fabinho telah memenangi semua trofi bergengsi, termasuk Liga Champions dan Premier League.

Wesley Sneijder

Wesley Sneijder adalah salah satu gelandang serang terbaik di eranya. Namun, kariernya meredup ketika membela Real Madrid. Pemain yang besar bersama Ajax ini ditebus oleh Los Blancos dengan harga 27 juta euro pada 2007.

Bersama Real Madrid, ia hanya bertahan selama dua musim dan memilih pindah ke Inter Milan. Sneijder dengan cepat mampu menemukan permainan terbaiknya di Italia.

Bahkan, ia menjadi pemain kunci dalam keberhasilan Inter meraih treble winner di bawah asuhan Jose Mourinho.

***

Meski sempat gagal berkembang bersama Real Madrid, bukan berarti karier para pemain tersebut akan terjun bebas. Mereka mampu bangkit dengan baik dan menjadi pemain hebat di klub lain. Perjuangan yang patut dicontoh!

Kategori
Berita Bola

Pemain Ini Bisa Didatangkan Tim Premier League

Pemain Ini Bisa Didatangkan Tim Premier League

Pemain Ini Bisa Didatangkan Tim Premier League, – Bursa transfer musim panas 2020/2021 memang sudah selesai digulirkan pada Selasa, pagi hari WIB.

Namun ternyata masih ada saja beberapa pemain yang belum memiliki klub di mana mereka berstatus sebagai pemain free agent.

Selain tak mengeluarkan biaya yang banyak, hal itu juga bisa menjadi opsi guna menambah amunisi skuat. Terlebih lagi saat ini kondisi pandemik, tentu sangat menghemat pengeluaran.

Dilansir https://christian-mommies.com, Meski berstatus sebagai free agent, para pemain ini juga memiliki kualitas yang tak kalah baik dari pemain-pemain lain. Lalu, siapa saja pemain tersebut? Berikut ulasannya.

1. Nathaniel Clyne

Nathaniel Clyne sebelumnya merupakan pemain Liverpool. Namun, ia dipinjamkan ke sesama klub Premier League, AFC Bournemouth di musim lalu. Sayang, ia gagal tampil memukau di Bournemouth yang membuat ia dikembalikan ke Liverpool awal musim ini.

Meski sudah berpengalaman di Premier League, Clyne nyatanya tak diperpanjang kontraknya oleh Liverpool dan berstatus sebagai pemain gratis di musim ini.

Sebagai salah satu pemain senior di Premier League, pemain berusia 29 tahun ini masih layak untuk bermain di kasta tertinggi Inggris tersebut.

2. Shinji Kagawa

Setelah hengkang dari Real Zaragoza di awal Oktober kemarin, Shinja Kagawa sampai saat ini belum menemukan klub mana yang akan dibelanya. Dengan talenta besar yang dimilikinya, pemain asal Jepang ini bisa menjadi pertimbangan bagi klub-klub Premier League.

Terlebih lagi, pemain yang berposisi sebagai gelandang ini sudah pernah bermain di Premier League dengan Manchester United.

Kagawa membela Setan Merah selama 2 musim dan berhasil mempersembahkan 1 trofi Premier League. Sehingga, ia tidak akan kesulitan untuk beradaptasi dengan sepak bola di Inggris.

3. Daniel Sturridge

Daniel Sturridge kembali harus berstatus sebagai pemain tanpa klub setelah meninggalkan tim asal Turki, Trabzonspor.

Padahal, ia merupakan salah satu penyerang yang cukup bagus kala bermain di Premier League bersama Chelsea dan Liverpool. Tetapi, ia terpaksa harus tersingkir dari klub-klub besar itu karena kalah bersaing dengan penyerang lain.

Jika kembali lagi membela klub Premier League, bukan hal yang mustahil kalau ia akan menjadi pemain andalan di kompetisi tertinggi di Inggris itu. Sturridge juga sempat membela klub Premier League lain seperti Manchester City, Bolton dan West Brom.

4. Danny Welbeck

Danny Welbeck merupakan produk akademi Manchester United. Ia sempat menjadi salah satu penyerang andalan Sir Alex Ferguson saat masih menukangi Manchester United. Namun, ia terpaksa harus angkat kaki dari Old Trafford lantaran jasanya sudah tidak lagi terpakai.

Ia pun kemudian bergabung dengan salah satu klub terbaik di Premier League, Arsenal. Di kota London itu, ia juga tak mampu tampil maksimal karena sering diterpa cedera.

Selain itu, Welbeck sempat membela Watford dan Sunderland. Melihat pengalamannya yang sudah malang melintang di Premier League, itu akan membuat sejumlah klub berpikir ulang untuk dapat mendatangkan penyerang baru.

5. Jack Wilshere

Cedera membuat Jack Wilshere harus angkat kaki dari West Ham pada awal Oktober ini. Namun soal kualitas, ia tak perlu diragukan lagi. Keahliannya dalam menjalankan roda permainan di lini tengah sempat membuat Wilshere sebagai pemain penting di Arsenal.

Ia juga sempat menjadi langganan di Timnas Inggris dengan mengoleksi 34 caps. Meski sedang dilanda cedera, pemain berusia 28 tahun ini tentu masih layak untuk bermain di Premier League dengan kualitas yang dimilikinya.

***

Dari pemain tersebut, siapa yang paling layak bermain kembali bersama klub-klub Premier League? Lalu, apa alasannya?

Kategori
Berita Bola

Trisula Penyerang Terbaik Sepanjang Sejarah

Trisula Penyerang Terbaik Sepanjang Sejarah

Trisula Penyerang Terbaik Sepanjang Sejarah, – Memiliki trio penyerang yang hebat sama halnya seperti memiliki pertahanan yang solid. Tiga penyerang yang sama-sama tajam seperti ujung trisula membuat serangan menjadi mematikan.

Beberapa musim terakhir, jagat sepak bola diramaikan dengan kemunculan trio penyerang yang dipasang beberapa klub Eropa. Berikut ini lima trio terbaik dalam sejarah sepak bola.

1. Barcelona: Messi – Suarez – Neymar

Dilansir dari http://thecomixverse.com, Trio Messi, Suarez dan Neymar merupakan salah satu trio yang terbaik sepanjang sejarah sepak bola. Ketiganya tampak seperti saling melengkapi dan dapat membentuk kerjasama yang baik.

Trio yang sering disebut dengan MSN ini bermain bersama di Barcelona pada musim 2014/15, 2015/16 dan 2016/17.

Bahkan pada musim 2014/15 mereka berhasil mengantarkan Blaugrana memenangi treble winner dan berhasil mencetak 122 gol jika digabungkan. Secara keseluruhan selama tiga tahun bersama, trio MSN ini berhasil mencetak 364 gol.

Namun trio tersebut harus kehilangan Neymar pada tahun 2017 yang memilih pindah ke klub kaya raya asal Prancis, Paris Saint-Germain. Sampai saat ini Barcelona belum juga kunjung menemukan pengganti Neymar meskipun telah mendatangkan berbagai pemain bintang.

2. Real Madrid: Bale – Benzema – Ronaldo

Tiga tahun berturut-turut Real Madrid mendapatkan gelar Liga Champions. Hal itu tidak bisa lepas dari peran trio terbaiknya yaitu Gareth Bale, Karim Benzema, dam Cristiano Ronaldo. Trio BBC tersebut berhasil mencetak lebih dari 200 gol jika digabungkan.

Ketiganya memainkan peran penting dalam banyak pertandingan bagi Real Madrid dan menjadi yang dominan di Liga Champions. Trio BBC memiliki kombinasi yang lengkap di mana Bale memiliki kecepatan.

Benzema memiliki kecerdasan dan Ronaldo memiliki kelengkapan yang luar biasa untuk membentuk tiga penyerang tersebut menjadi yang terbaik di Eropa.

3. Barcelona: Eto’o – Messi – Henry

Selain trio MSN, Barcelona sebelumnya memiliki trio Eto’o, Messi dan Henry. Meski hanya bermain selama dua musim, ketiganya mampu memenangi berbagai gelar termasuk Liga Champions.

Selama berkerja sama trio tersebut menjadi salah satu yang terbaik di Eropa pada tahun 2008/09 dan memenangi treble winner serta mencetak 100 gol gabungan.

Setelah itu Henry yang tak lagi muda dan Eto’o yang dibeli Inter membuat trio tersebut berakhir dan hanya menyisakan Messi di Barcelona.

4. Manchester United: Ronaldo – Rooney – Tevez

Tim Manchester United pada tahun 2007 hingga 2009 merupakan salah satu yang terbaik dalam sejarah Premier League. Sebab saat itu, Setan Merah memiliki trio andalan di bawah manajer Sir Alex Ferguson yaitu Wayne Rooney, Cristiano Ronaldo dan Carlos Tevez.

Itu adalah tim yang memenangi semua piala selama dua priode. Rooney, Ronaldo dan Tevez mencetak total 140 gol selama mereka bermain bersama di Manchester United dan salah satunya berhasil memenangi trofi Piala Dunia Antarklub.

Ketiganya akan selalu diingat sebagai salah satu trio yang paling sukses di Premier League dan Eropa.

5. Liverpool: Mane – Salah – Firmino

Ketika Mohamed Salah tiba di Anfield pada tahun 2017 lalu, banyak yang berangapan bahwa sang pemain asal Mesir itu tidak dapat bermain baik bersama Roberto Firmino dan Sadio Mane di lini depan.

Namun, tiga tahun berjalan Salah berhasil menjadi salah satu pemain andalan dan mesin gol bagi The Reds.

Trio Firmansah ini telah menjelma menjadi mesin gol yang kini paling ditakuti di Inggris maupun Eropa. Berbagai piala telah didapatkan mulai dari Liga Champions, Piala Super Eropa, Piala Dunia Antarklub hingga Premier League.

***

Dengan tersisanya Trio Firmasah dari Liverpool, siapa trio paling berkesan dan kamu ingat sampai saat ini? Pastinya pecinta sepak bola mengharapkan tim kesayangannya punya trio penyerang tangguh seperti daftar di atas ya!

Kategori
Berita Bola

Apakah Edinson Cavani Mampu Patahkan Kutukan Nomor 7?

Apakah Edinson Cavani Mampu Patahkan Kutukan Nomor 7?

Apakah Edinson Cavani Mampu Patahkan Kutukan Nomor 7?, – Sebagai penyerang baru, Edinson Cavani akan mengenakan nomor punggung keramat di Manchester United yakni nomor punggung 7.

Dilansir laman https://bobsledsong.com, Sejak Ditanggalkan Cristiano Ronaldo nomor keramat tersebut seakan selalu memberikan kutukan. Sampai setelahnya, tak ada lagi pemain yang bisa tampil moncer bersama skuat Setan Merah mengenakan nomor punggung tujuh.

1. pemain dengan nomor punggung 7 di Manchester United selalu dianggap spesial

Usai Best, Eric Cantona sukses menjadi suksesor pemain yang mengenakan nomor punggung tujuh. Bahkan, dia merupakan pemain kunci kebangkitan Setan Merah pada era 90-an dan menjadi raksasa Liga Inggris bersama pemain muda, macam David Beckham, Ryan Giggs, Nicky Butt, Paul Scholes, hingga Gary Neville.

Pun demikian dengan penerusnya, yakni David Beckham. Dia berhasil menjadi pemain yang mempersembahkan treble winner bagi Manchester United besutan Sir Alex Ferguson pada 1999.

Setelah itu, kehebatan “Si Nomor Tujuh” kembali diulangi oleh pemain asal Portugal, Ciristiano Ronaldo. Dia bahkan bisa membuat nomor itu selalu identik dengannya.

Kemanapun perginya, CR7 selalu mengenakan nomor keramat tersebut, mulai dari Real Madrid sampai Juventus.

2. Nomor punggung 7 di MU berbalik jadi kutukan

Hanya saja, kini nomor tersebut sulit menemukan tuan yang tepat. Beberapa pemain kenamaan yang diprediksi bisa tampil sukses mulai dari Michael Owen, Antonio Valencia, Angel di Maria, Memphis Depay, sampai paling anyar Alexis Sanchez, pemain yang akhirnya harus dipinjamkan ke Inter Milan musim lalu, karena minim kontribusi.

Bukti tersebut semakin menasbihkan nomor punggung tujuh bak kutukan yang belum bisa berakhir.

Hal itu pula yang dikhawatirkan bisa menimpa Edinson Cavani. Namun, kutukan itu juga bisa jadi berlaku sebaliknya. Terlebih, kemampuan Cavani bisa dibilang sudah tak diragukan lagi sebagai ujung tombak, karena terbukti mampu mencetak lebih dari 200 gol selama berkarier di Eropa.

Pengalamannya mengenakan jersey dengan nomor yang sama pun terbilang cukup sukses. Saat masih membela Palermo dan Napoli di Serie A, dia mampu mencetak 141 gol di pelbagai kompetisi.

3. Eks PSG ini punya produktivitas mentereng salam berkarier di Eropa

Hanya saja, kini nomor tersebut sulit menemukan tuan yang tepat. Beberapa pemain kenamaan yang diprediksi bisa tampil sukses mulai dari Michael Owen, Antonio Valencia, Angel di Maria, Memphis Depay, sampai paling anyar Alexis Sanchez, pemain yang akhirnya harus dipinjamkan ke Inter Milan musim lalu, karena minim kontribusi.

Bukti tersebut semakin menahbiskan nomor punggung tujuh bak kutukan yang belum bisa berakhir.

Hal itu pula yang dikhawatirkan bisa menimpa Edinson Cavani. Namun, kutukan itu juga bisa jadi berlaku sebaliknya. Terlebih, kemampuan pemain berusia 33 tahun itu bisa dibilang sudah tak diragukan lagi sebagai ujung tombak, karena terbukti mampu mencetak lebih dari 200 gol selama berkarier di Eropa.

Pengalamannya mengenakan jersey dengan nomor yang sama pun terbilang cukup sukses. Saat masih membela Palermo dan Napoli di Serie A, dia mampu mencetak 141 gol di pelbagai kompetisi.

4. Edinson Cavani siap mengemban tanggung jawab mengenakan nomor 7

Edinson Cavani pun tak mau menanggapi berlebihan terkait kutukan nomor tujuh di Manchester United. Menurut dia, yang terpenting adalah pembuktian kepada tim untuk selalu memberikan kontribusi terbaik sebagai seorang penyerang.

“Saya bangga bisa menggunakan nomor tujuh di Manchester United. Dan siap memikul tanggung jawab tersebut, tampil maksimal dan menikmati laga. Saya berharap bisa mencatatkan sejarah bersama Man United,” kata Cavani.

“Saya menerima kontrak dua musim di sini. Oleh karena itu saya harus memberikan segalanya untuk bisa membuat tim ini selalu menjadi pemenang,” tukas Edinson Cavani.

Kategori
Uncategorized

Hello world!

Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!